Cara Menghindari Kanker Serviks Yang Harus Diketahui Oleh Para Wanita

0 Comments
Kanker Serviks

Kanker leher Rahim atau yang sering disebut kanker serviks, sering ditemukan tidak didahului dengan gejala  gejala yang khas. Oleh karena itu, Penting mengetahui kiat untuk menjaga kesehatan serviks.

Serviks merupakan jaringan berbentuk silinder yang menghubungkan vagina dengan rahim. Mengingat pentingnya peran organ yang satu ini, penting juga bagi kamu untuk tahu bagaimana cara merawat kesehatan leher rahim.

 

Cara Menjaga Kesehatan Leher Rahim

 

Tidak hanya wanita dewasa, mencegah kanker serviks bisa dimulai sejak remaja lho. Yuk simak langkah-langkahnya:

 

  •     Mendapatkan vaksinasi HPV sejak remaja

 

Wanita yang terinfeksi human papillomavirus (HPV) dapat mengalami displasia serviks. Jika kamu terinfeksi tipe virus HPV yang tergolong high-risk atau berisiko tinggi, maka kondisi ini dapat berkembang menjadi kanker serviks. Inilah pentingnya melakukan vaksin HPV sebagai langkah pencegahan.

 

Vaksin ini tidak hanya tersedia untuk wanita yang sudah menikah lho. Justru vaksin HPV paling efektif diberikan pada remaja perempuan mulai usia 9-13 tahun atau sebelum perempuan aktif secara seksual.

 

  •     Melakukan pemeriksaan pap smear

 

Pemeriksaan pap smear dilakukan secara berkala pada wanita yang telah aktif berhubungan seksual. Tujuannya sebagai tindakan deteksi dini terhadap kanker serviks.

 

Kamu bisa mendapatkan pemeriksaan ini di laboratorium medis atau rumah sakit. Umumnya sejak usia 21 tahun wanita perlu mulai melakukan pap smear setidaknya 3 tahun sekali hingga usia 65 tahun.

 

  •     Melaksanakan pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi dokter

 

Setelah hasil tes pap smear keluar, ikuti petunjuk dokter. Misalnya, apakah perlu pap smear lagi 6 bulan yang akan datang atau perlu melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan kolposkopi.

 

Kolposkopi merupakan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan jika ditemukan adanya ketidaknormalan pada hasil tes pap smear. Pada saat yang sama, mungkin juga dilakukan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan dari leher rahim untuk diperiksa lebih lanjut.

 

  •     Berhubungan seksual yang aman dan sehat

 

HPV sering menyebar melalui hubungan seksual yang berisiko, yakni hubungan seks berganti-ganti pasangan atau tidak menggunakan kondom sebagai pengaman.

 

Meski tidak 100% melindungi, tapi melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom bisa membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi HPV. Lebih baik lagi jika setia pada pasangan dan melakukan hubungan seksual yang sehat.

 

Kanker serviks yang terdeteksi sejak dini, umumnya memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi. Segera periksa ke dokter jika kamu mengalami gejala tidak normal seperti rasa sakit saat berhubungan seksual, muncul perdarahan setelah melakukan hubungan seksual, ataupun perdarahan menstruasi yang memanjang, berlebihan, atau terjadi di antara masa menstruasi.

 

Yang tidak kalah penting, terapkan gaya hidup sehat sehari-hari untuk mencegah kanker serviks. Lakukan olahraga teratur untuk menjaga berat badan tetap normal, berhenti merokok asap rokok dan  konsumsi banyak sayur dan buah.

Tinggalkan Balasan