Umum

Terapi Oksigen

Viral Terapi Oksigen, Bikin Awet Muda

Wajah yang awet muda adalah dambaan bagi banyak orang. Salah satu metode kecantikan yang dituding mampu mewujudkan hal tersebut adalah terapi oksigen. Apakah anggapan tersebut sejalan dengan fakta medis yang sebenarnya?

Bagi Anda yang belum tahu, terapi oksigen adalah pemberian oksigen dengan kadar 100 persen dengan tekanan tinggi dalam suatu ruangan untuk dihirup oleh pasien. Ada dua jenis ruangan untuk terapi oksigen, yakni ruangan yang hanya ditempati oleh satu pasien dan ruangan yang dapat ditempati oleh beberapa pasien sekaligus.

Mengungkap manfaat terapi oksigen

Dalam medis, terapi oksigen memiliki tujuan utama untuk membantu orang-orang yang memang kekurangan oksigen, mengalami penyumbatan pembuluh darah atau pembengkakkan pada jaringan tubuh. Peningkatan kadar oksigen akibat terapi ini akan menyebabkan paru-paru pasien menyerap oksigen lebih banyak dari biasanya sehingga gelaja-gejala penyakit terkait bisa dikendalikan bahkan hilang sepenuhnya.

Lantas, benarkah bahwa terapi oksigen mampu membuat tampilan wajah lebih awet muda?

Dikatakan oleh dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan bahwa terapi oksigen bisa membuat wajah tampak awet muda. Dengan kata lain, terapi ini tidak efektif jika dikatakan bisa menunda penuaan dini.

“Terapi oksigen diperuntukkan bagi orang-orang yang sebenarnya mengalami kekurangan oksigen pada pembuluh darah. Jika dikatakan bisa bikin awet muda, tentu saja itu keliru. Belum ada bukti ilmiah yang mengatakan terapi oksigen bisa bikin awet muda dan mencegah penuaan dini,” ujar dr. Alvin Nursalim

Meski begitu, lanjut dr. Alvin, terapi oksigen bisa dikatakan efektif jika digunakan untuk penyembuhan luka pada kulit.

“Dalam kondisi normal, luka di kulit biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Tapi, ada luka-luka tertentu yang sulit untuk menutup kembali, sehingga proses penyembuhannya akan lebih lama. Nah, terapi oksigen bisa membantu menyembuhkan luka tersebut dengan menyediakan kadar oksigen tinggi,” tambahnya.

Selain membantu penyembuhan luka di kulit, dr. Alvin juga mengungkap bahwa terapi oksigen dapat memberikan manfaat yang signifikan jika digunakan pada kasus:

  • Keracunan karbonmonoksida
    Membantu penyembuhan cangkok kulit
    Mengatasi cedera otak akibat kecelakaan
    Infeksi tulang
    Luka bakar
    Sakit kepala
    Memperlambat cedera akibat radiasi
    Infeksi jaringan lunak
    Penyakit dekompresi, yaitu kondisi yang terjadi akibat aliran darah terhambat.

Tips awet muda yang sebenarnya

Terapi oksigen terbukti tidak efektif untuk membuat wajah awet muda. Daripada terus bergantung pada hal-hal yang belum pasti, lebih baik lakukan ini agar wajah Anda bisa benar-benar awet muda:

1. Hindari paparan sinar matahari terlalu sering

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, radiasi ultraviolet dari matahari bisa menembus ke kulit wajah dan menyebabkan kerusakan pada kolagen. Hal inilah yang mampu mempercepat proses penuaan pada kulit wajah.

“Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa berlindung di balik payung, menggunakan dengan topi atau pakaian tertutup, serta menggunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih,” tuturnya.

2. Stop merokok

Selain menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan jantung, kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan terjadinya penuaan dini.

“Kebiasaan merokok bisa memicu timbulnya kerutan dan membuat kulit tampak kusam serta tidak bercahaya,” tambah dr. Atika.

3. Jangan sering mengernyitkan wajah

Terlalu sering mengernyitkan dahi saat sedang stres atau menyipitkan mata agar melihat lebih jelas bisa mempercepat timbulnya kerutan pada kulit. Oleh karena itu, selalu kontrol wajah Anda dan periksakan kondisi mata jika penglihatan mulai kabur atau buram.

4. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang

Tak hanya menyehatkan tubuh, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang juga membantu mencegah kerusakan kulit akibat proses penuaan.

Bagi Anda yang ingin awet muda, konsumsilah makanan yang kaya antioksidan, seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Antioksidan bisa membantu meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh dan melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.

5. Olahraga teratur

Pola makanan sehat dan bergizi seimbang perlu dikombinasikan dengan olahraga teratur agar bisa benar-benar efektif mencegah penuaan dini. Anda dianjurkan untuk olahraga selama 30 menit setiap hari secara rutin dan teratur, agar sirkulasi darah lebih lancar dan kulit terjaga elastisitasnya.

Nah, karena belum terbukti efektif, Anda sebaiknya tidak lagi mengandalkan terapi oksigen untuk mewujudkan penampilan yang awet muda. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk bisa selalu tampak awet muda adalah dengan menjalankan pola hidup sehat yang disarankan di atas.

Memutihkan Gigi

Cara Ampuh Memutihkan Gigi Dengan Bahan Alami

Sebagian orang menghabiskan beberapa uangnya untuk melakukan perawatan medis di dokter gigi, ada juga orang yang melakukan perawatan gigi dengan memanfaatkan sejumlah bahan alami . Mungkin bagi kamu yang lebih suka memanfaatkan bahan alami tidak ada salahnya menyimak informasi yang kami berikan ini.

Berikut adalah kumpulan cara memutihkan gigi dengan bahan alami.

  1. Garam

Selain berfungsi sebagai bumbu dapur, garam ternyata juga dipercaya efektif untuk membuat gigi terlihat lebih putih, pun mengatasi sejumlah masalah pada gigi seperti plak, karang gigi, hingga berperan penting dalam pembentukan gigi yang kuat.

 

Bukannya tanpa alasan mengapa garam disebut-sebut bermanfaat untuk gigi Anda. Adanya sejumlah kandungan nutrisi pada garam diklaim menjadi kunci dihasilkannya manfaat garam untuk kesehatan dan keindahan gigi. Zat-zat yang dimaksud meliputi fosfor, flour, kalium, magnesium, dan natrium yang mana keenamnya dinilai berperan penting bagi pembentukan gigi, pun menjaga email gigi dari kerusakan.

 

Cara Memutihkan Gigi dengan Garam

 

Cara memutihkan gigi bisa saja lewat prosedur seperti bleaching, yang dilakukan oleh dokter gigi. Namun, biaya untuk melakukan bleaching dan sejumlah prosedur pemutihan gigi lainnya tidaklah sedikit. Alih-alih menguras kantong atau tabungan, Anda bisa memanfaatkan garam sebagai medium untuk memutihkan gigi.

 

Berikut ini adalah cara memutihkan gigi dengan garam yang bisa Anda praktikan sendiri di rumah.

 

  • Garam dan Jeruk Nipis

 

Cara alami memutihkan gigi dengan garam yang pertama adalah dengan mencampur garam dengan jeruk nipis :

 

  • Siapkan 1 (satu) sendok makan garam dapur halus, satu buah jeruk nipis, dan wadah kecil
  • Potong jeruk nipis menjadi 2 bagian, kemudian peras
  • Campurkan garam air perasan jeruk nipis, dan pasta gigi ke dalam wadah, aduk merata
  • Gosok gigi secara perlahan menggunakan pasta gigi yang sudah dicampur garam dan air jeruk nipis tersebut 2 kali sehari secara rutin sampai hasilnya terlihat

 

  • Garam dan Stroberi

 

Selanjutnya, Anda bisa memadukan garam dengan buah stroberi sebagai cara alami memutihkan gigi dengan garam. Buah stroberi mengandung astrigen, yang mana zat ini diklaim ampuh untuk membersihkan noda yang menyebabkan warna alami gigi menghilang. Selain itu, kandungan vitamin C pada buah berwarna merah ini efektit mengusir plak penyebab gigi kuning.

 

  • Siapkan 1 sendok makan garam halus dan 1 buah stroberi
  • Lumat stroberi sampai jadi halus, kemudian campurkan dengan garam
  • Menggunakan cotton bud, oleskan stoberri halus yang sudah dicampur garam pada gigi secara merata, lalu diamkan selama kurang lebih 20 menit
  • Setelah itu, gosok gigi sampai bersih
  • Lakukan cara ini secara rutin 2 kali sehari untuk hasil yang maksimal

 

  • Garam dan Soda Kue

 

Mengombinasikan garam dan soda kue juga jadi cara memutihkan gigi dengan garam yang dklaim efektif. Ya, selain garam, soda kue adalah bahan alami yang sudah terbukti mampu mengangkat noda pada gigi.

 

  • Siapkan 1 (satu) sendok makan garam halus, 1 ½ sendok makan baking soda, dan air.
  • Campurkan bahan-bahan tersebut sampai membentuk pasta
  • Gosokkan ‘pasta’ campuran garam dan baking soda tersebut menggunakan cotton bud secara perlahan dan merata, kemudian diamkan selama kurang lebih 20 menit.
  • Kumur menggunakan air bersih, lalu sikat menggunakan sikat dan pasta gigi biasa.
  • Perlu diingat, mengingat baking soda memiliki kandungan zat yang tajam, gunakan cara memutihkan gigi yang satu ini dengan hati-hati dan sewajarnya. Pemakaian soda kue yang berlebihan justru dapat mengikis lapisan enamel gigi.

 

  • Garam dan Cuka Apel

 

Perpaduan antara garam dan cuka apel yang diperkaya dengan asam asetat, magnesium, potasium, dan probiotik dinilai ampuh untuk mengembalikan warna alami gigi yang hilang akibat plak gigi salah satunya.

 

  • Siapkan 1 sendok makan garam halus, 1 ½ sendok makan cuka apel, dan air perasan lemon
  • Campurkan bahan-bahan tersebut ke dalam satu gelas ukuran sedang
  • Berkumurlah menggunakan air tersebut selama 5-10 menit
  • Selesai berkumur, gosok gigi menggunakan pasta gigi seperti biasa
  • Lakukan cara memutihkan gigi dengan garam ini secara rutin 2 kali sehari.

 

  • Garam dan Air Hangat

 

Apabila tidak ingin repot-repot mencampur garam dengan bahan-bahan alami di atas, memutihkan gigi dengan garam bisa Anda lakukan hanya dengan berkumur larutan air garam.

 

  • Sediakan 1 sendok makan garam dan segelas air hangat
  • Berkumurlah menggunakan air tersebut setiap sebelum menggosok gigi
  • Lakukan secara rutin sampai hasilnya terlihat.

 

Selain dengan cara berkumur, Anda juga bisa menerapkan cara memutihkan gigi dengan garam lainnya yang tak kalah mudah, yakni hanya dengan mencampurkan garam ke dalam pasta gigi yang hendak digunakan untuk menyikat gigi.

Alangkah baiknya jika Anda cukup melakukan cara memutihkan gigi dengan garam maksimal 1-2 minggu. Sementara itu, imbangi juga dengan cara alami memutihkan gigi lainnya seperti rajin menggosok gigi, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi makanan pemicu noda pada gigi.

 

  1. Minyak kelapa

 

Berkumur dengan minyak kelapa adalah cara unik dan turun temurun yang dipercaya oleh banyak orang dapat memutihkan gigi. Rasanya tidak enak, namun terbukti efektif mengembalikan warna gigi. Memang tidak akan seefektif “bleaching” yang dilakukan dengan alat khusus atau langsung di dokter gigi, namun senyawa lauric acid yang terkandung dalam minyak kelapa akan membasmi plak dan bakteri penyebab gigi kuning. Minyak kelapa juga akan menjaga kesehatan gusi dan bau mulut tetap segar.

 

Yang Anda perlukan:

 

  • 1 sdm minyak kelapa

 

Caranya?

 

Pagi hari sebelum Anda menggosok gigi, sendokkan 1 sdm minyak kelapa (atau sebanyak yang Anda butuhkan). Anda dapat melumatnya sampai halus terlebih dulu, atau langsung masukkan utuh ke dalam mulut. Kumur seluruh rongga mulut dan jangkau setiap gigi dengan lidah Anda, gosok perlahan selama 10 – 15 menit, dan buang. Lalu, kumur dengan air putih. Lanjutkan rutinitas menggosok gigi seperti biasa.

 

 

  1. Bubuk kunyit

Kunyit sering digunakan sebagai cara memutihkan gigi dengan cepat karena mengandung zat antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan. Semua kandungan itu membuat kunyit efektif untuk mengobati masalah gigi umum seperti penyakit gusi. Bubuk kunyit dipercaya dapat menghilangkan noda dan membuat gigi lebih putih dalam sekejap. Cara memutihkan gigi secara alami dengan menggosokkan sekitar satu sendok teh bubuk kunyit dengan menggunakan jari. Setelah itu bilas dan sikat gigi hingga bersih.

 

  1. Kulit pisang

Pisang adalah salah satu buah yang sangat mudah Anda temukan. Selain memiliki manfaat yang baik untuk pencernaan, kulitnya juga dapat digunakan sebagai cara memutihkan gigi secara alami. Caranya ambil selembar kulit pisang lalu gosokan pada seluruh bagian gigi. Diamkan selama beberapa saat agar kulit pisang bekerja memutihkan gigi secara alami. Setelah itu, gosok gigi secara perlahan sampai bersih. Lakukan tips memutihkan gigi ini setiap hari selama 1-2 minggu untuk mendapatkan gigi yang putih dan bersih.

  1. Daun salam

Selain dapat digunakan untuk penyedap makanan, daun salam juga dapat digunakan sebagai bahan pemutih gigi alami. Cara menggunakannya pun sangat mudah, buatlah pasta yang terdiri dari daun salam, kulit jeruk yang sudah kering, dan sedikit air. Gosokan pasta tersebut ke seluruh bagian gigi Anda sampai merata. Setelah beberapa saat, gosok gigi secara perlahan untuk membersihkannya.

 

Penyebab Warna Gigi Kuning dan Kusam

 

Pewarnaan gigi (stain) terjadi karena 2 hal:

Gigi bagian dalam disebabkan oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi medis, seperti konsumsi obat antibiotik, riwayat konsumsi obat-obatan tertentu, atau gigi mati.

Sedangkan penyebab warna  gigi bagian luar lebih diakibatkan oleh faktor gaya hidup, seperti merokok, konsumsi alkohol, hingga konsumsi kafein berlebih (teh dan kopi).

Yang perlu Anda perhatikan jika ingin mendapat gigi putih dengan cara alami:

  • Rutinitas itu perlu. Setelah Anda membuat jadwal rutinitas, Anda wajib mematuhinya. Jangan membolos untuk mendapatkan efek optimal.

 

  • Mungkin tidak terhitung sebagai cara alami, namun, menggunakan 3% hidrogen peroksida sebagai obat kumur dapat mempercepat proses pemutihan gigi melalui proses oksidasi. Hidrogen peroksida merupakan bahan aktif yang terkandung dalam obat pemutih gigi yang dijual di pasaran, walaupun umumnya konsentrasi senyawa kimia ini akan lebih tinggi (dan lebih mahal).

 

 

  • Meskipun sulit untuk dilakukan, cobalah untuk menghindari minuman berwarna gelap, seperti soda dan kopi yang dapat meninggalkan noda gigi.

Nah, itulah kumpulan cara memutihkan gigi secara alami yang bisa dipraktikkan secara mandiri di rumah, Selamat mencoba.

Merawat Gigi Behel

Merawat Gigi Behel Agar Tidak Kuning

Tips Merawat Gigi Behel Agar Tetap Sehat

Pada umumnya orang yang memiliki kelainan posisi gigi atau rahang dalam mulutnya dianjurkan pakai kawat gigi atau sering disebut behel . Misalnya saja, gigi yang berjejalan dan berantakan, entah itu karena gigi tumbuh terlalu ke belakang, terlalu ke depan, gigi yang posisinya berputar, atau miring.

Selain itu behel gigi bisa mempercantik tampilan gigi Anda. Tetapi, gigi behel pun membutuhkan perawatan khusus agar kesehatan gigi tetap terjaga. Ini karena saat memakai behel, gigi akan terhalangi oleh behel sehingga lebih sulit untuk menjangkau area gigi terutama di sela-selanya.

Berikut ini cara merawat gigi behel yang bisa Anda lakukan

  1. Berkumur Menggunakan Air Garam

 

Tips yang pertama ini khusus untuk Anda yang giginya baru saja dipasangi behel. Saat baru pertama kali menggunakan behel, pastinya Anda akan merasakan nyeri di area gigi, bukan? Ini disebabkan gigi belum bisa beradaptasi dengan tekanan yang diberikan oleh kawat gigi.

 

Guna meredakan rasa nyeri tersebut, yang bisa Anda lakukan adalah dengan berkumur menggunakan segelas air yang sudah dicampur 2 sendok makan garam. Berkumurlah secara rutin dua kali sehari saat pagi dan malam hari.

  1. Menggosok Gigi dengan Sikat Gigi Khusus

 

Gigi behel bukan berarti tidak bisa dibersihkan, ya. Justru Anda harus lebih rajin menggosok gigi agar tidak terjadi plak akibat penumpukan sisa makanan di gigi maupun di sela-sela kawat gigi.

 

Selain itu, rajin menggosok gigi juga mencegah gigi Anda agar tidak kuning, yang mana hal ini akan mengurangi estetika gigi. Cara merawat gigi behel agar tidak kuning dan bebas plak adalah dengan menggosoknya menggunakan sikat gigi khusus yang memiliki bulu sikat halus, dan pasta gigi ber-flouride untuk mencerahkan gigi serta mencegah pengeroposan.

 

Kemudian, gosok gigi secara perlahan dengan gerakan naik turun ke sela-sela gigi dan behel selama 3-5 menit. Lakukan kegiatan ini secara rutin 2-3 kali dalam sehari, yaitu pagi hari, siang sehabis makan, dan malam sebelum tidur.

  1. Membersihkan Sisa Makanan dengan Benang Gigi

 

Selain menyikat gigi secara teratur, cara merawat gigi behel juga dengan membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di sela-gigi ataupun kawat menggunakan benang gigi khusus atau disebut dental floss.

 

Ini penting untuk dilakukan karena gigi yang berbehel lebih rentan membentuk karang jika tidak diperhatikan secara serius. Anda bisa mempraktikan cara ini setelah menggosok gigi terlebih dahulu.

  1. Berkumur dengan Obat Kumur

 

Kalau tadi air garam diperuntukkan untuk menghilangkan nyeri saat baru menggunakan behel, maka setelah behel terpasang sekian lama, Anda tetap perlu berkumur, namun kali ini menggunakan obat kumur yang banyak ditemui di pasaran.

 

Berkumur menggunakan obat kumur (mouthwash) adalah cara merawat gigi behel yang efektif membantu melawan kuman dan bakteri penyebab bau mulut dan gigi berlubang. Obat kumur diperkaya dengan sejumlah zat yang penting untuk merawat gigi dan mulut sehingga jangan sampai Anda luput dari aktivitas ini. Pakailah obat kumur setiap habis menggosok gigi.

  1. Tidak Mengonsumsi Makanan Lengket

 

Cara merawat gigi behel juga bisa dengan sebisa mungkin menghindari konsumsi makanan-makan yang lengket seperti permen karet, marshmallow, atau dodol. Makanan-makanan tersebut cenderung mudah untuk menempel di sela-sela behel dan gigi, namun agak sulit untuk dilepaskan. Hal ini tentu saja berpotensi menimbulkan pengeroposan gigi dan berkembangnya kuman.

  1. Menghindari Makanan Keras yang Meninggalkan Remah-Remah

Selain makanan lengket, cara merawat gigi behel agar tetap sehat bebas kuman adalah menghindari makanan-makanan keras seperti coklat, kerupuk, dan kacang yang mana ketika dikunyah, akan meninggalkan remah-remah yang bisa menempel di gigi dan sela-sela kawat.

 

Kalaupun mengonsumsi makanan-makanan tersebut, sehabis itu langsung berkumur dan menggosok gigi agar tidak ada remah-remah tertinggal yang bisa merusak gigi dan kawat gigi.

  1. Hindari Minuman Bersoda

 

Ada baiknya jika Anda juga menghindari konsumsi minuman bersoda sebagai cara merawat gigi behel agar tetap sehat. Kandungan soda pada minuman ringan berpotensi menimbulkan plak pada gigi, dan kerusakan pada kawat gigi akibat reaksi soda terhadap besi kawat.

  1. Memakai Retainer

 

Pasca behel dilepas, bukan berarti urusan Anda dengan gigi selesai begitu saja. Selama 1-2 tahun setelah behel atau kawat gigi dilepas, dokter akan meminta Anda untuk menggunakan alat yang dinamakan retainer. Retainer adalah alat yang berfungsi untuk menjaga gigi agar tidak kembali ke kondisi sebelum gigi dipasangi behel.

 

Penggunaan retainer adalah cara merawat gigi behel pasca terapi pembetulan gigi yang mutlak dijalani oleh Anda yang mengunakan kawat gigi. Gunakan alat ini secara rutin atau usaha Anda merapikan gigi selama ini akan sia-sia.

 

 

  1. Mesti rutin periksa ke dokter gigi

 

Jika Anda telah menggunakan kawat gigi permanen, kontrol rutin wajib dilakukan. Umumnya dokter gigi akan menyarankan waktu kontrol 3 minggu sekali, bisa lebih sering atau lebih lama tergantung kasus dan fase perawatan yang sedang dilakukan.

 

Saat kontrol, dokter gigi akan melakukan pembersihan gigi, penggantian karet, penggantian kawat jika dibutuhkan, memasang ulang lem bracket yang lepas, pemasangan alat tambahan, dan lain-lain sesuai dengan kasus gigi yang Anda miliki. Jika ditemukan lubang pada gigi, nantinya gigi Anda juga akan ditambal.

 

  1. Sikat gigi dengan benar

 

Umumnya Anda wajib sikat gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Anda juga disarankan melakukan hal berikut ini:

Dianjurkan menggunakan sikat gigi khusus ortho.

Menggunakan sikat interdental dan benang gigi setelah makan untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit dibersihkan.

Menggunakan obat kumur yang memiliki kandungan fluoride setelah sikat gigi untuk mencegah gigi berlubang.

 

Selain rajin sikat dan membersihkan gigi sehabis makan, ada cara khusus saat menyikat gigi. Anda harus menyikat gigi saat pagi dan malam sebelum tidur menggunakan pasta gigi mengandung fluoride untuk menghindari terjadinya proses berlubang pada gigi.

 

Pastikan saat menyikat gigi semua permukaan gigi tersikat (bagian depan yang menghadap pipi atau bibir, bagian belakang yang menghadap lidah atau langit-langit, serta permukaan kunyah), terutama bagian sela-sela gigi, di sekitar kawat, dan bracket (bagian yang menempel ke gigi).

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Anda dianjurkan pakai sikat gigi ortho. Sikat gigi ortho adalah sikat yang bulu di bagian tengahnya lebih pendek dibandingkan di bagian pinggir. Sikat gigi ortho ini terbukti dapat membersihkan plak lebih baik dibandingkan sikat gigi biasa.

 

Itu dia tips atau cara merawat gigig behel agar tetap sehat dan bebas dari infkesi kuman atau bakteri. Gigi indah dan rapi akan percuma jika tidak terjaga kesehatannya. Jangan malas merawat gigi Anda, ya. Semoga bermanfaat!

Mengatasi Gigi Ngilu

Cara Mengatasi Gigi Ngilu Dengan Bahan Alami

 

Kadang kita selalu merasa jengkel dengan masalah gigi ngilu. Bagaimana tidak, Gigi ngilu menghambat kita untuk menikmati makanan dan minuman panas atau dingin.

 Apakah ada cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi rasa ngilu tersebut ?

Berikut cara mengatasi gigi ngilu yang bisa Anda praktikkan di rumah, di antaranya.

  1. Menggunakan pasta gigi khusus

Cara mengatasi gigi ngilu yang pertama dengan memilih pasta gigi khusus. Kita tentu pernah mendengar iklan yang menyebutkan jika pasta gigi tertentu bisa mengatasi masalah gigi ngilu, bukan? Pakar kesehatan berkata bahwa ada baiknya penderita masalah gigi sensitif menggunakan pasta gigi khusus. Biasanya, pasta gigi yang dibuat khusus bagi penderita masalah gigi ngilu ini menggunakan teknologi Novamin yang bisa membantu pembentukan lapisan mineral gigi 1,5 kali lebih kuat jika dibandingkan dengan lapisan alami dentin. Hal ini tentu akan membuat masalah gigi sensitif mereda.

  1. Menghindari konsumsi kafein

Cara mengatasi gigi ngilu berikutnya hindari kafein. Penderita masalah gigi ngilu sebaiknya menghindari konsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh. Tak hanya itu, beberapa minuman lainnya seperti minuman beralkohol atau minuman yang mengandung asam juga sebaiknya dihindari karena bisa membuat lapisan gigi lebih terbuka sehingga gigi pun bisa menjadi lebih sensitif dan mudah ngilu.

  1. Berhenti menggeretakkan gigi

Salah satu penyebab gigi ngilu yang tidak disadari oleh banyak orang adalah kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur yang tentu akan mengikis enamel gigi dengan cepat. Ada baiknya kita memeriksakan kondisi ini dokter agar tidak lagi mengalami masalah menggeretakkan gigi saat tidur.

 

  1. Kompres es

Kompres dingin dengan es dapat membantu meringankan gigi ngilu, terutama jika sakit gigi karena cedera atau gusi bengkak.

Cobalah kompres mengggunalan kantong es untuk membius gigi ngilu secara alami pada bagian luar pipi di atas gigi selama beberapa menit.

Penerapan kompres es dapat mengkonstriksi atau menyempitkan pembuluh darah, memperlambat aliran darah ke area gigi ngilu. Cara mengatasi gigi ngilu yang satu ini  membantu mematikan rasa sakit, juga mengurangi pembengkakan dan peradangan.

  1. Berkumur air garam

Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu meluruhkan kotoran yang menempel di gigi berlubang atau di antara gigi. Ini juga dapat mengurangi gigi ngilu, pembengkakan, dan meredakan sakit tenggorokan.

 

  • Caranya:

 

Larutkan 1 sendok teh garam dalam segelas air hangat dan kumurkan selama sekitar 30 detik sebelum meludahkannya. Lakukan cara ini hingga gigi ngilu sembuh.

 

  1. Obat penghilang rasa sakit

Obat-obatan yang dijual bebas, seperti acetaminophen dan ibuprofen, dapat memberikan pereda nyeri sementara untuk gigi ngilu. Perhatian! Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah 16 tahun.

  1. Bawang putih

Bawang putih telah banyak digunakan untuk pengobatan sejak dahulu. Karena bawang putih mengandung senyawa yang disebut allicin, sebagai sifat antibakteri yang kuat.

 

  • Caranya:

 

  • Satu siung bawang putih segar harus dihancurkan dan kemudian dicampur dengan sedikit garam, dan campuran itu diterapkan pada gigi ngilu.

 

 

  1. Teh peppermint

Seperti cengkih, peppermint memiliki sifat mati rasa yang dapat menenangkan gigi ngilu. Menthol, yang memberikan rasa mint dan bau mint, juga dikenal sebagai antibakteri.

 

  • Caranya:

 

Satu sendok teh daun peppermint kering dimasukkan ke dalam secangkir air mendidih dan biarkan selama 20 menit. Setelah dingin, berkumurlah lalu diludahkan atau bahkan bisa ditelan.

 

Kantong teh basah yang sedikit hangat juga dapat digunakan dan kompreskan pada area pipi dengan gigi ngilu selama beberapa menit sampai rasa sakit berkurang. Beberapa tetes minyak peppermint pada bola kapas juga dapat balutkan pada gigi ngilu yang menjadi obat sementara.

  1. Lidah buaya

Gel lidah buaya, yang dapat ditemukan dalam daun tanaman sukulen, sejak dulu digunakan untuk menyembuhkan luka bakar dan luka kecil. Namun, sekaran ini orang menggunakan gel lidah buaya sebagai cara mengatasi gigi ngilu, membersihkan, dan menenangkan gusi.

 

Penelitian telah menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki kualitas antibakteri alami dan dapat menghancurkan kuman yang menyebabkan kerusakan gigi. Gel lidah buaya harus diterapkan ke area mulut yang sakit dan dipijat lembut.

  1. Cengkih

Cengkih adalah rempah asli Kepulauan Maluku di Indonesia. Cengkih mengandung eugenol, senyawa kimia yang bertindak sebagai anestesi alami. Cengkih juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri, yang dapat membantu melawan infeksi gigi dan gusi.

 

  • Caranya:

 

Rendamlah bola kapas kecil ke dalam minyak cengkih lalu menerapkannya ke area gigi ngilu.

 

Cengkih utuh kering juga bisa digunakan. Kunyahlah satu cengkih utuh untuk melepaskan minyaknya dan tahan di gigi yang terasa ngilu hingga 30 menit.

  1. Hidrogen peroksida

 

Membilas dengan larutan hidrogen peroksida adalah obat kumur antibakteri yang efektif, terutama jika sakit gigi atau gigi ngilu disebabkan oleh infeksi.

 

  • Caranya:

 

Campurkan 3 persen hidrogen peroksida dengan air. Berkumurlah dengan campuran tersebut selama sekitar 30 detik. Setelah meludahkannya, mulut harus dibilas beberapa kali dengan air biasa. Pembilasan hidrogen peroksida tidak boleh ditelan, dan obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak.

 

Hidrogen peroksida berbahaya jika tertelan sehingga dianjurkan harus berhati-hati ketika berkumur.

  1. Susu Sapi

 

Selain membantu pertumbuhan tulang, susu sapi juga dapat menstabilkan ion fosfat, kalsium, flouride yang dapat memperbaiki kerusakan email gigi. Email gigi yang terkikis dapat menyebabkan gigi ngilu. Jadi, susu sangat baiik membantu mengatasi terkikisnya email gigi. Sebaiknya minumlah susu sapi murni.

  1. Kurangi makanan asam

 

Mengonsumsi makanan asam menjadi penyebab gigi ngilu. Jadi, sebaiknya Anda mengurangi makan makanan asam. Seiring mengurangi makanan asam, berkurang pula gigi ngilu. Jika Anda tetap ingin makan makanan asam, disarankan jangan terlalu lama saat mengunyah makanan asam.

  1. Kurangi minum minuman bersoda

 

Hindari minuman bersoda karena minuman ini juga memiliki rasa asam yang dapat mengikis email gigi.

  1. Periksakan ke dokter gigi

Cara mengatasi gigi ngilu selanjutnya adalah pergi ke dokter gigi jika kondisinya sukar diobati. Masalah gigi sensitif tidak boleh disepelekan sehingga kita sebaiknya harus mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan khusus atau obat-obatan tertentu sehingga kita pun tak akan lagi merasakan gigi ngilu yang sangat mengganggu.

 

Berhubungan Intim Saat Haid

Inilah BAHAYA Jika Berhubungan Intim saat Haid

 

Berikut adalah hal yang harus kamu tahu tentang berhubungan intim saat sedang haid, banyak orang yang yang bertanya-tanya tentang hal ini.

Ternyata berhubungan seks saat menstruasi memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Jika Anda tetap nekat melakukannya, mungkin anda harus menyempatkan diri untuk membaca artikel ini :

  1. Risiko endometriosis

Hal pertama yang akan terjadi jika tetap berhubungan saat menstruasi adalah risiko terkena endometriosis meningkat dengan signifikan. Kondisi ini disebabkan oleh seks yang membuat darah kotor kembali ke rahim atau bahkan mengarah ke berbagai organ dalam.

Darah kotor yang lengket tersebut bisa memicu perkembangan jaringan baru yang akhirnya menjadi cikal bakal endometriosis yang memicu rasa nyeri luar biasa saat menstruasi atau berhubungan intim bagi wanita. Yang menjadi masalah adalah, endometriosis juga bisa memicu munculnya kista yang bisa membuat wanita susah memiliki keturunan.

  1. Infeksi

Profesor Ali menyebutkan dampak lain dari bahaya berhubungan intim saat haid berupa kemungkinan besar akan menyebabkan infeksi. Hal ini disebabkan oleh kondisi wanita yang sedang mengalami penurunan kadar hormon estrogen saat haid, yang berarti produksi cairan lubrikasi pada organ vitalnya juga akan semakin berkurang. Ini akan membuat organ vital wanita sangat rentan mengalami luka saat berhubungan intim, yang bisa menjadi jalan bagi bakteri untuk memicu datangnya infeksi.

  1. Risiko infeksi menular seksual

Kekhawatiran lain tentang akibat berhubungan intim saat haid adalah risiko penyebaran infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV atau hepatitis. Virus-virus ini hidup dalam darah, dan mereka dapat menyebar melalui kontak dengan darah menstruasi yang terinfeksi. Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dapat mengurangi risiko penyebaran atau terkena IMS.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine menyebutkan bahwa waktu yang paling ideal bagi pasangan untuk berhubungan intim adalah sekitar 14 hari setelah siklus awal dari menstruasi. Pada waktu ini, klitoris wanita akan cenderung membesar hingga 20 persen dan lebih peka pada rangsangan. Bagi wanita, hal ini akan membuat mereka lebih mudah untuk mendapatkan orgasme sekaligus meminimalisir datangnya risiko terkena berbagai masalah kesehatan.

 

Penjelasan dari Segi Medis

 

Jika dilihat dari segi medis, berhubungan seks saat menstruasi memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

Jika Anda mengalami gejala seperti kram, perasaan sedih, atau depresi selama menstruasi, seks saat menstruasi mungkin akan bermanfaat. Karena saat orgasme, Anda akan melepaskan hormon endorfin yang rupanya dapat mengurangi beberapa gejala nyeri saat menstruasi. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa senang sehingga bisa meredakan depresi atau bad mood.

 

Berhubungan seks saat menstruasi juga bisa memberi kepuasan yang lebih. Alasannya, karena terjadi perubahan hormon pada wanita yang sedang haid sehingga membuat mereka merasa lebih bergairah.

 

Kendati seks saat menstruasi bermanfaat bagi Anda, namun ada pula risikonya, di antaranya:

 

  •     Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi. Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka, sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul.

 

  •     Anda juga lebih mungkin untuk menularkan penyakit HIV dan hepatitis ke pasangan saat kondisi seperti ini, karena lebih banyak cairan tubuh atau darah yang keluar.

 

  •     Vagina Anda memiliki kadar potential Hydrogen (pH) 3,8 hingga 4,5 setiap bulan. Namun selama menstruasi, kadar pH tersebut meningkat karena tingkat pH darahnya menjadi lebih tinggi, dan hal ini menyebabkan ragi atau jamur menjadi tumbuh lebih cepat. Gejala infeksi jamur vagina lebih cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi, dan berhubungan seksual saat itu dapat memperburuk gejala yang ada.

 

  •     Seks saat menstruasi juga memiliki risiko untuk hamil. Walau kecil, namun tetap ada kemungkinan Anda akan hamil ketika berhubungan intim tanpa pengaman atau kontrasepsi saat menstruasi. Untuk menghindari kehamilan, gunakan kondom saat bercinta.

 

Tips Dalam Variasi Bercinta

 

Buat Anda yang ingin mencoba melakukan hubungan seks saat menstruasi, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini, misalnya:

 

Jangan melakukannya ketika darah haid sedang mengalir dengan derasnya seperti hari pertama atau kedua, demi menjaga kebersihan tempat tidur Anda dari darah. Untuk menghindari noda darah, Anda dapat menaruh alas seperti handuk. Jangan khawatir pula jika melihat gumpalan darah berawarna merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seks, karena hal itu adalah normal.

 

Anda bisa mencoba untuk menggunakan kondom wanita yang dapat membantu mengurangi jumlah darah yang mungkin keluar saat berhubungan seks. Selain itu, Anda juga dapat mencoba posisi misionaris yang berguna untuk membatasi aliran darah yang keluar.

 

Bercinta di bawah pancuran kamar mandi juga bisa menjadi pilihan. Namun, hal ini tetap memiliki risiko, seperti darah akan tercecer di tubuh Anda dan juga pasangan. Ketika Anda melakukan seks saat menstruasi, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik dengan darah tersebut, agar aktivitas bercinta tidak terganggu.

 

Tapi sekali lagi perlu diingat, berhubungan seksual saat menstruasi bisa menimbulkan risiko tersendiri, terutama jika tidak dilakukan secara aman. Bagi Anda yang ingin menyalurkan hasrat, namun tidak ingin melakukan hubungan seksual yang melibatkan penetrasi, ada alternatif lain yang bisa Anda coba, seperti:

 

Pijatan sensual. Anda tidak perlu mahir memijat seperti tukang pijat pada umumnya. Pijatan di sini lebih ditujukan untuk menggoda pasangan dan membangkitkan libidonya. Pijat dengan perlahan-lahan bagian-bagian tubuh pasangan Anda yang sensitif, terutama bagian paha dan bokong. Anda juga bisa merangsang pasangan Anda dengan menyentuh bagian putingnya yang juga sensitive.

Mandi bersama juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa membersihkan tubuh dan rambutnya. Sensasi yang diberikan saat mandi bersama pasangan akan mampu memelihara dan membangkitkan gairah seks yang ada. Mandi bersama dapat memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada pasangan untuk merekatkan keintiman dan menjadi pilihan ketika Anda tengah menstruasi. Namun, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik saat melihat darah menstruasi Anda.

 

Seks merupakan hal penting dalam urusan rumah tangga. Namun, jangan menjadikannya sebagai beban. Jika Anda merasa tidak nyaman melakukan seks saat menstruasi, katakan kepada pasangan Anda. Membina hubungan suami istri tidak melulu berkaitan dengan urusan ranjang. Banyak hal lain yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk menciptakan suasana romantis. Pada lain sisi, jika Anda dan pasangan merasa nyaman melakukannya, maka lakukanlah hubungan seksual saat menstruasi dengan penuh cinta kasih.

 

Tips Aman Berhubungan Intim Saat Menstruasi

 

Kalau Anda tetap ingin berhubunagn intim saat haid, berikut ini adalah beberapa tips melakukan hubungan saat haid menjadi lebih nyaman dan tidak terlalu berantakan:

  • Bersikap terbuka dan jujur dengan pasangan Anda. Katakan kepadanya bagaimana perasaannya tentang berhubungan seks selama menstruasi. Jika salah satu dari Anda ragu-ragu, bicarakan alasan di balik ketidaknyamanan itu.
  • Jika Anda menggunakan pembalut atau tampon, keluarkan sebelum Anda mulai berhubungan intim.
  • Gunakan handuk berwarna gelap di tempat tidur untuk menampung kebocoran darah.
  • Berhubungan intim di kamar mandi untuk menghindari ceceran darah haid.
  • Simpan lap basah atau tisu basah di samping tempat tidur untuk membersihkan ceceran darah haid sesudahnya.
  • Minta pasangan Anda memakai kondom lateks. Ini akan melindungi terhadap kehamilan dan penyakit menular seksual.
  • Jika posisi seksual Anda yang biasa tidak nyaman, cobalah sesuatu yang berbeda. Misalnya, Anda mungkin ingin mencoba berbaring miring, sementara pasangan Anda di belakang.

Berhubungan intim saat haid bisa menyebabkan hamil?

Jika menghindari kehamilan, menggunakan alat kontrasepsi adalah ide yang baik, tidak peduli apa pun bagian dari siklus menstruasi Anda. Peluang untuk hamil lebih rendah selama menstruasi.

Jika berhubungan saat mens tidak menggunakan kondom, kemungkinan besar bisa hamil selama ovulasi, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi dimulai. Namun panjang siklus setiap wanita berbeda, dan panjang siklus dapat berubah setiap bulan. Jika memiliki siklus menstruasi yang pendek, risiko hamil selama periode lebih tinggi.

Juga pertimbangkan bahwa sperma dapat tetap hidup di tubuh hingga tujuh hari. Jadi, jika memiliki siklus 22 hari dan Anda mengalami ovulasi segera setelah menstruasi, ada kemungkinan akan melepaskan telur saat sperma masih berada di saluran reproduksi.

Nah, itulah efek berhubungan intim saat haid hingga beberapa manfaatnya bagi tubuh dan kepuasan. Ingat! perhatikan cara seks yang aman jika tetap berhubungan saat haid ya, Teman Sehat.

 

Penggumpalan Darah

Waspadai Penggumpalan Darah dan Cara Mengatasinya

 

 

Ketika darah kita mengental resiko penggumplan darah didalam tubuh kita akan meningkat. Tanpa penanganan yang tepat hal ini akan menimbulkan masalah kesehatan serius. Darah yang menggumpal akan menghambat aliran dan menggangu fungsi beberapa organ vital kita.

Penggumpalan darah sebenarnya merupakan respons alami tubuh manusia untuk menghentikan perdarahan atau proses penyembuhan luka.

Namun jika terjadi secara tidak normal, penggumpalan darah dapat menyebabkan beragam penyakit, seperti emboli paru, penyakit jantung, deep vein thrombosis, stroke, dan gangguan ginjal.

Hal Yang Harus Anda Ketahui Penyebab Darah Kental

Proses menggumpalnya darah melibatkan trombosit dan protein khusus yang disebut faktor pembekuan darah. Dalam kondisi normal, menggumpalnya darah ini terjadi ketika tubuh mengalami luka. Setelah penyembuhan luka selesai, gumpalan darah yang terbentuk ini akan hilang.

 

Namun, pada kondisi darah kental, gumpalan darah ini dapat terjadi meskipun tubuh sedang tidak mengalami luka. Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami darah kental, di antaranya:

 

  • Faktor keturunan atau bawaan yang diturunkan dari orang tua.
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat hormonal, pil KB, tamoxifen, dan heparin.
  • Gumpalan kolesterol di pembuluh darah akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah.
  • Memiliki penyakit tertentu, seperti sirosis, kanker, diabetes, radang pembuluh darah atau vaskulitis, penyakit jantung, sepsis, dan kelainan autoimun.
  • Mengalami cedera, misalnya patah tulang di kaki.
  • Memiliki kebiasaan hidup yang kurang sehat, misalnya merokok dan jarang berolahraga.

 

Selain beberapa hal di atas, ada juga beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya darah kenal, seperti harus berbaring lama setelah operasi, usia tua, dan kehamilan.

 

Jika sudah menimbulkan sumbatan pada aliran darah, darah kental yang rentan menggumpal ini dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan lebih lanjut. Oleh karena itu, kondisi ini perlu dideteksi sejak dini dan diobati secepatnya.

Gejala-gejala Darah Kental yang Perlu Diperhatikan

 

Darah kental sendiri biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala akan muncul ketika darah sudah menggumpal dan menyumbat aliran darah. Gejala yang dapat terjadi ketika darah sudah menggumpal pun bervariasi, tergantung di mana lokasi penggumpalan tersebut muncul di dalam tubuh.

 

Berikut ini adalah gejala yang dapat muncul berdasarkan lokasi penggumpalan darah:

  1. Pada lengan atau kaki

 

Jika penggumpalan terjadi pada lengan atau kaki, gejalanya bisa berupa pembengkakan, nyeri, perubahan warna kulit, dan muncul sensasi hangat atau kesemutan di anggota gerak tubuh tertentu.

  1. Pada Jantung dan paru-paru

 

Darah kental yang menyebabkan penggumpalan darah di organ jantung bisa menyebabkan penyakit jantung. Gejalanya bisa berupa nyeri dada berat yang menyebar ke lengan atau leher, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan pingsan.

 

Sedangkan darah kental di paru-paru dapat menyebabkan gejala berupa nyeri dada, batuk-batuk, berkeringat, napas sesak atau berat, pusing, pingsan, dan denyut nadi cepat.

  1. Pada saluran cerna

 

Jika penggumpalan terjadi pada saluran pencernaan, gejala yang dapat muncul adalah nyeri perut parah, diare, perut kembung, muntah, dan darah bercampur pada tinja atau muntahan.

  1. Pada ginjal

 

Jika penggumpalan terjadi di ginjal, gejalanya dapat berupa demam, mual dan muntah, sesak napas, terdapat darah pada urine, nyeri di pinggang atau punggung, serta pembengkakan di kaki.

  1. Pada otak

 

Darah kental yang menyebabkan gumpalan darah di otak dapat menyebabkan aliran darah di otak terganggu. Hal ini bisa menimbulkan gejala stroke, seperti kelemahan atau lumpuh pada salah satu sisi tubuh, pusing, kebingungan, sakit kepala, sulit menelan atau bicara, hingga kejang.

 

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter agar gangguan yang muncul akibat darah kental dapat segera diperiksa dan diobati dengan tepat.

Cegah Terjadinya Penggumpalan Darah

 

Mengingat banyaknya gangguan yang dapat terjadi akibat darah kental, akan lebih baik jika pencegahannya dilakukan sejak dini. Berdasarkan faktor risikonya, terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah darah kental menggumpal, yaitu:

  1. Hindari duduk dalam jangka waktu lama

 

Berada di posisi yang sama (terutama duduk atau berbaring) untuk waktu yang lama dapat menyebabkan darah menggumpal. Gumpalan darah ini biasanya akan terbentuk di tungkai, lalu menyebar ke organ lain dan menyebabkan sumbatan pembuluh darah di organ tersebut. Untuk menghindarinya, bergeraklah atau lakukan peregangan setiap satu hingga dua jam.

  1. Minum air putih yang cukup

 

Dehidrasi dapat membuat pembuluh darah menyempit dan darah mengental, sehingga meningkatkan risiko penggumpalan darah. Oleh karena itu, pastikan Anda minum air putih setidaknya 8 gelas atau sekitar 2 liter setiap harinya.

  1. Jalani gaya hidup sehat

 

Dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, menurunkan berat badan yang berlebih, berolahraga secara teratur, menghindari asap rokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, dan rutin memeriksakan kesehatan ke dokter, maka risiko terjadinya penggumpalan darah akibat darah kental bisa dicegah.

 

Selain itu, untuk mencegah darah kental menggumpal, Anda juga disarakan utnuk mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3, buah-buahan, sayuran, dan makanan yang mengandung vitamin E.

  1. Mengonsumsi obat-obatan

 

Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat pengencer darah. Biasanya, obat-obatan ini diresepkan dokter jika Anda memiliki risiko penggumpalan darah yang dapat menimbulkan kerusakan organ, seperti penyakit jantung dan stroke.

 

Obat ini juga mungkin akan diberikan pada orang-orang yang baru saja menjalani operasi atau wanita hamil yang berisiko mengalami penggumpalan darah.

  1. Mengenakan stocking kompresi

 

Selain obat, dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan stocking khusus untuk memperlancar aliran darah di tungkai. Stocking ini biasanya perlu digunakan oleh orang yang dirawat di rumah sakit dalam waktu lama, bepergian dengan pesawat terbang dalam waktu lama, atau wanita hamil.

 

Orang yang memiliki riwayat penyakit diabetes, deep vein thrombosis, dan varises juga biasanya akan disarankan dokter untuk menggunakan stocking ini.

 

Jika Anda berisiko mengalami darah kental, lakukanlah pemeriksaan kesehatan atau check up secara berkala ke dokter. Untuk menilai kondisi kesehatan Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti pemeriksaan darah.

 

Apabila hasilnya menunjukkan bahwa Anda mengalami atau berisiko untuk mengalami darah kental, dokter akan menentukan metode pengobatan dan pencegahan yang tepat, sekaligus menganjurkan hal apa saja yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menjaga kesehatan Anda.

Tired And Overworked. Handsome Young Man In Shirt And Tie Sleeping In Bed With His Hand Laying On Laptop Keyboard

Gemuk Setelah Menikah Apakah Pertanda Hidup Bahagia?

 

Jika kamu memperhatikan temanmu yang sudah menikah, biasanya beberapa dari mereka terlihat menjadi lebih gemuk. Atau, mungkin kamu sendiri yang baru menikah juga mengalaminya ? Banyak orang yang mengatakan bahwa fenomena ini merupakan pertanda hidup seseorang bahagia.

Yang perlu kamu ketahui semakin bertambahnya usia seseorang, berat badan memang cenderung lebih mudah naik. Biasanya kenaikan yang terjadi berkisar 3-4 kg dibandingkan saat melajang. Penelitian menunjukkan bahwa semakin bahagia seseorang setelah menikah, maka kemungkinannya mengalami kenaikan berat badan akan semakin besar.

Benarkah Gemuk Setelah Menikah Merupakan Tanda Bahagia?

Alasan Kamu Gemuk Setelah Menikah

Sejumlah alasan berikut diduga menjadi faktor yang meningkatkan risiko gemuk setelah menikah:

  1. Tidak peduli lagi tentang penampilan

 

Survei menunjukkan bahwa orang yang sudah menikah tidak lagi merasa perlu untuk menjaga penampilan terbaiknya. Hal ini karena mereka sudah merasa nyaman dengan pasangannya dan tak lagi merasa perlu menjaga penampilan untuk menarik lawan jenis.

 

Nah, hal ini akan berpengaruh juga saat pemilihan makanan. Orang yang sudah menikah akan cenderung makan sesukanya, dan kurang peduli dengan jumlah kalori ataupun lemak pada sajian makanan yang dikonsumsi. Hal ini akan meningkatkan risiko bertambahnya berat badan setelah menikah.

  1. Lebih sering makan di luar rumah

 

Pasangan menikah cenderung tidak terlalu selektif dalam memilih makanan. Sekitar 30% pasangan juga memiliki kecenderungan untuk lebih sering makan di luar, memesan makanan, dan makan dengan porsi lebih besar.

 

Alasannya, bagi banyak pasangan, makan dan berbagi sajian bersama sering menjadi aktivitas favorit untuk membangun ikatan satu sama lain. Sehingga tanpa disadari, frekuensi dan jumlah makanan yang dikonsumsi ketika sudah menikah cenderung meningkat.

 

Dampak kebiasaan ini akan lebih terasa pada wanita, karena wanita memiliki metabolisme dan kebutuhan kalori yang lebih rendah daripada pria. Jadi, walaupun frekuensi dan porsi makannya sama dengan suami, istri biasanya akan lebih cepat gemuk.

  1. Lebih malas berolahraga

 

Banyak pasangan yang sudah menikah lebih suka duduk dan menonton televisi bersama. Menonton acara dan film favorit bersama memang bisa semakin membangun kedekatan, namun kebiasaan ini juga bisa membuat kalian menjadi lebih malas berolahraga. Selain itu, saat menonton TV bersama, kemungkinan untuk ngemil secara berlebihan juga akan lebih besar.

 

Jadi wajar kan, kebiasaan ini membuat kamu dan pasangan jadi lebih mudah gemuk setelah menikah?

  1. Mengikuti kebiasaan tak sehat pasangan

 

Dalam pernikahan, suami yang gemuk atau istri yang gemuk dapat saling memengaruhi. Misalnya, jika pasanganmu memiliki kebiasaan suka makan larut malam, begadang, atau malas berolahraga, lama-kelamaan kamu mungkin juga akan melakukannya. Padahal kebiasaan ini bisa membuatmu ikut mengalami kelebihan berat badan dan menjadi gemuk.

 

 

 

 

 

 

 

Tips Mencegah Kenaikan Berat Badan Setelah Menikah

 

Meski kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan kebahagiaan setelah menikah, namun jika kenaikan berat badan menyebabkan kegemukan, maka tidak baik juga untuk kesehatan. Nah, oleh karenanya, kamu dan pasangan perlu melakukan beberapa hal-hal berikut:

  • Atur jadwal olahraga bersama

 

Kamu dan pasangan bisa mengatur jadwal olahraga bersama dan mematuhinya. Bila sangat malas, trik “hukuman dan hadiah” mungkin bisa dicoba. Misalnya, harus jogging minimal 15 menit setiap pagi, dan bagi yang melanggar, diberikan hukuman untuk memasak makan malam.”

 

Bila pasangan tetap tidak mau berolahraga, mungkin kamu bisa mulai dari aktivitas yang ia sukai. Misalnya, pasangan mungkin tidak suka jogging tapi suka jalan-jalan santai. Nah, kamu bisa mengajaknya jalan santai di sekitar rumah setiap pagi.

  • Kurangi frekuensi makan di luar

 

Sajian restoran yang lebih tinggi lemak dan garam bisa memicu kenaikan berat badan. Jadi, kamu dan pasangan harus sepakat untuk mengurangi frekuensi makan di luar atau pesan makanan dari luar.

 

Biasakan untuk makan masakan sendiri di rumah. Bila sulit, kamu bisa mengajak pasangan masak bersama. Selain meringankan beban, masak bersama pasangan juga bisa mendekatkan hubungan kalian, lho.

 

Bila kamu tidak bisa memasak, jangan ragu untuk mengikuti kelas masak bersama. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan memasakmu, sekaligus membangun ikatan dengan pasangan.

  • Tetap menjadi pribadi yang independen

 

Kamu memang sudah memiliki pasangan hidup, tapi bukan berarti harus melakukan segala sesuatu bersama. Bila jadwal olahraga kalian tidak cocok, bukan berarti kamu jadi tidak berolahraga. Bila ia selalu makan larut malam, bukan berarti kamu juga harus makan larut malam.

 

Kamu tetap harus bisa menerapkan pola hidup sehat secara mandiri. Kebiasaan sehat juga bisa menular, lho. Mungkin saja karena kamu rajin makan sayur, pasangan juga akan jadi suka makan sayur.

 

Setelah menikah, kamu mungkin akan berisiko mengalami peningkatan berat badan. Namun, jangan sampai gemuk dan kelebihan berat badan ini menimbulkan gangguan kesehatan pada dirimu dan pasanganmu. Sebisa mungkin tetap miliki pola hidup sehat walaupun kamu sudah menikah, dan jagalah berat badan ideal. Jika perlu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai pola makan dan olahraga yang tepat.

 

Makanan Dihindari Ibu Hamil

Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil

 

Ibu hamil harus membekali diri dengan pengetahuan seputar makanan nutrisi, dan makananyang harus diwaspadai untuk memastikan kebutuhan gizi Ibu dan kesehatan janin.

Tanpa disadari, ada beberapa jenis makanan berbahaya untuk ibu hamil yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Makanan ini dinilai berbahaya karena terkontaminasi bakteri, parasit, atau mengandung bahan tertentu yang dianggap dapat mengancam keselamatan ibu dan janin dalam kandungan.

Ibu hamil perlu memerhatikan setiap asupan makanan yang dikonsumsinya, termasuk mengetahui makanan berbahaya yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Hal ini karena setiap makanan yang ibu hamil konsumsi, akan berpengaruh terhadap kesehatan janin dalam kandungan.

Beberapa makanan yang dilarang berikut ini bukan saja karena proses pengolahannya, tetapi juga disebabkan oleh asal bahan makanan itu sendiri. Apa saja makanan yang sebaiknya dihindari bagi ibu hamil?

 

  1. Makanan mentah atau setengah matang

Hindari telur mentah, daging mentah ataupun setengah matang, kerang mentah, sashimi, sushi mentah, dan lain-lain. Makanan ini mungkin saja tercemar bakteri dan parasit. Misalnya, bakteri Listeria pada daging unggas mentah yang mengakibatkan keguguran atau janin meninggal dalam kandungan, bakteri Salmonella pada makanan laut mentah yang bisa memicu keguguran, serta parasit Toksoplasma pada sayuran yang ditanam menggunakan pupuk kandang akan menyebabkan kelainan janin. Karenanya, pastikan setiap makanan yang ingin Ibu konsumsi memiliki tingkat kematangannya sudah sempurna.

  1. Alkohol

Konsumsi alkohol saat hamil dapat menyebabkan cacat kongenital atau kelainan bawaan, kelainan jantung, dan retardasi mental pada janin. Tidak ada dosis alkohol yang terbukti aman dikonsumsi saat hamil. Segala jenis alkohol bisa bersifat beracun bagi bayi. Cara terbaik adalah tidak mengonsumsinya sama sekali.

  1. Seafood

    Seafood mengandung omega-3 yang baik untuk bayi. Namun, Anda juga harus menghindari makanan laut, karena berpotensi mengandung merkuri yang tinggi akibat limbah, sebab, hal ini bisa merusak otak bayi. Namun bukan berarti ibu hamil membatasi makan ikan, yang terpenting adalah memilih jenis ikan yang tepat. Oleh karena itu disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan hiu, king mackerel, atau kepiting.

Ibu hamil harus hati-hati memilih ikan yang dikonsumsi, karena beberapa jenis ikan laut mengandung merkuri yang tinggi. Ikan yang sebaiknya dihindari, termasuk ikan makerel, todak, tuna dan ikan marlin.

 

Penelitian menyebutkan, paparan merkuri secara berlebih pada ibu hamil dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Bahkan dapat pula memengaruhi penglihatan, keterampilan motorik, bahasa, dan kognitif anak.

 

Jika memang ibu hamil ingin mengonsumsi ikan laut, pilih ikan atau seafood dengan kadar merkuri rendah seperti udang, sarden, nila laut, dan salmon. Namun, takarannya tetap dibatasi yaitu tidak lebih dari 340 gram per minggu.

 

  1. Kafein
    Kandungan kafein membuat Ibu sulit untuk beristirahat, sehingga dapat memicu munculnya rasa cemas hingga stres. Tentunya stress harus dihindari saat Ibu sedang mengandung. Lebih bahayanya lagi, ternyata kafein bisa ’menembus’ plasenta. Lewat plasenta, kafein akan memengaruhi detak jantung serta sistem pernapasan janin.

 

  1. Waspadai Makanan yang Telah Terkontaminasi

 

Makanan yang ibu hamil konsumsi bisa menjadi berbahaya jika sudah terkontaminasi bakteri dan parasit, seperti:

  • Listeria monocytogenes

 

Listeria monocytogenes merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada tanah dan air. Bakteri ini dapat mengontaminasi tanaman dan hewan, sehingga ibu hamil harus memastikan bahwa buah, sayur, dan daging yang dikonsumsi benar-benar terjaga kebersihannya dengan baik.

Apabila ibu hamil terinfeksi bakteri ini (listeriosis), gejala yang dapat dirasakan seperti demam, kelelahan, nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Infeksi listeriosis pada ibu hamil terbilang berbahaya, karena bakteri ini dapat dengan mudah masuk ke dalam plasenta, sehingga terdapat kemungkinan untuk mengancam kelangsungan hidup bayi dalam kandungan. Bayi berisiko untuk lahir prematur, meninggal dalam kandungan, dan keguguran.

  • Toxoplasma gondii

 

Toxoplasma gondii merupakan parasit yang menyebabkan infeksi toxoplasmosis. Infeksi ini dapat terjadi jika ibu hamil mengonsumsi daging kurang matang yang telah terkontaminasi parasit toxoplasma gondii. Selain itu, paparan kotoran kucing yang telah terinfeksi parasit toxoplasma gondii juga dapat membuat ibu hamil terinfeksi toxoplasmosis.

Gejala dari infeksi ini dapat berupa lelah, demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, dan nyeri otot. Toxoplasmosis dapat mengakibatkan keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan. Untuk bayi yang lahir setelah terkena infeksi ini dalam kandungan, ada kemungkinan  bayi menderita kondisi serius seperti infeksi mata, penyakit kuning, kejang-kejang, hingga mengalami pembesaran hati dan limpa.

 

 

  1. Daging mentah

 

Salah satu makanan berbahaya untuk ibu hamil adalah daging mentah. Makanan mengandung daging mentah seperti sushi, sashimi, dan steak setengah matang, perlu dihindari selama kehamilan demi kesehatan janin dalam kandungan.

 

Semua daging yang ibu hamil konsumsi harus dimasak hingga benar-benar matang agar terhindar dari kontaminasi dan keracunan makanan akibat bakteri Salmonella, Campylobacter, E. coli, dan parasit.

 

  1. Telur mentah

 

Ibu hamil harus memastikan bahwa telur yang dikonsumsi telah matang secara merata sebelum mengonsumsinya. Hal ini karena telur mentah atau setegah matang yang ibu hamil konsumsi bisa saja mengandung bakteri Salmonella.

 

Meski tidak membahayakan janin secara langsung, konsumsi telur yang telah terkontaminasi Salmonella dapat membuat ibu hamil mengalami gangguan pencernaan berupa diare dan muntah-muntah. Kondisi tersebut berisiko membuat ibu hamil mengalami dehidrasi yang tentunya berbahaya untuk kehamilan.

 

  1. Beberapa jenis keju

 

Sebagian jenis keju terbuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi, hal ini berisiko mengganggu kehamilan. Selain itu, keju seperti ini juga dianggap tidak aman dikonsumsi karena cenderung lebih lembap, sehingga membuat bakteri listeria bisa tumbuh dan berkembang.

 

Jika ibu hamil ingin mengonsumsi keju, pilih keju bertekstur keras dan kering, misalnya keju parmesan atau cheddar. Ibu hamil juga dapat memilih keju bertekstur lembut yang terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi seperti keju ricotta, paneer, mozzarella, atau cottage.

 

  1. Hati

 

Ibu hamil perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi hati ataupun makanan yang mengandung hati selama kehamilan. Hal ini karena kandungan vitamin A pada hati sangatlah tinggi, sehingga dapat membahayakan janin dalam kandungan bila dikonsumsi berlebihan.

 

Hati sebenarnya masih dapat dikonsumsi oleh ibu hamil, hanya saja jangan terlalu banyak atau terlalu sering. Batasan aman mengonsumsi hati untuk ibu hamil adalah sekali dalam sebulan dengan porsi yang wajar.

 

  1. Sayuran dan buah-buahan yang tidak dibersihkan atau mentah

 

Pastikan untuk selalu mencuci sayuran dan buah-buahan hingga bersih di bawah air mengalir. Hindari pula makan buah atau sayuran yang sudah rusak, bolong, atau memar karena bakteri dapat berkembang di daerah tersebut.

 

Penting bagi ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari berbagai makanan yang dianggap berbahaya. Jika ibu hamil masih ragu terhadap makanan yang dikonsumsi, jangan sungkan untuk menanyakan keamanannya kepada dokter kandungan, saat sedang kontrol kehamilan. Dengan mengikuti saran dari dokter, kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan dapat terjaga.

Alergi Susu Sapi

Cara Ampuh Mengatasi Anak Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi terjadi karena sistem kekebalan tubuh memberikan respons yang berlebihan terhadap kandungan protein di dalam susu.

Gejala Alergi Susu Sapi

Reaksi alergi susu terjadi secara berbeda-beda bagi tiap orang. Namun, umumnya reaksi alergi dapat muncul dalam hitungan menit hingga jam setelah mengonsumsi susu. Gejala-gejala alergi susu yang dapat muncul dengan segera setelah mengonsumsi susu, yaitu:

  • Gatal-gatal atau rasa seperti disengat di sekitar mulut dan bibir
  • Bengkak pada bibir, lidah, atau amandel
  • Muntah
  • Batuk
  • Mengi atau bengek (napas yang disertai bunyi melengking)
  • Sesak napas (dyspnea)

 

Reaksi alergi susu yang muncul dalam waktu beberapa jam setelah mengonsumsi susu, yaitu:

 

  • Diare
  • Muntah
  • Ruam kulit

 

Berikut ini gejala-gejala alergi susu yang bisa timbul pada hari berikutnya sesudah mengonsumsi susu:

 

  • Mata berair
  • Pilek (ingusan)
  • Ruam dan gatal di sekitar mulut
  • Mengi
  • Eksim
  • Diare, dan bisa mengandung darah

 

Selain reaksi alergi yang disebutkan di atas, alergi susu juga menyebabkan reaksi yang lebih serius, yaitu anafilaksis. Anafilaksis merupakan suatu reaksi alergi parah yang dapat menyebabkan kematian. Susu adalah jenis makanan setelah kacang yang dapat menyebabkan reaksi anafilaksis.

 

Anafilaksis menyebabkan saluran pernapasan menyempit dan menghambat pernapasan. Reaksi ini harus segera ditangani di rumah sakit. Beberapa gejala anafilaksis yang patut diwaspadai, yaitu:

 

  • Wajah memerah dan gatal-gatal pada sekujur tubuh
  • Sesak napas
  • Turunnya tekanan darah yang menyebabkan syok

 

Segera temui dokter jika Anda atau anak Anda mengalami reaksi alergi susu atau makanan, walaupun reaksinya tergolong ringan. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan diagnosis, pengobatan, dan menentukan langkah pencegahan yang sesuai.

Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Anak

Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi

Merasa anak Anda mengalami alergi susu sapi? Disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Guna memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, baik pemeriksaan darah, tinja atau tes alergi pada kulit. Caranya adalah dengan menyuntikkan sejumlah kecil protein susu di bawah permukaan kulit anak Anda.

Jangan panik jika ternyata hasilnya positif. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan, jika Si Kecil alergi terhadap susu sapi:

  • Hindari memberikan susu sapi ataupun makanan yang mengandung susu sapi.
  • Hindari produk susu dan olahan susu, jika Si Kecil masih meminum ASI. Sebab, protein susu yang menyebabkan alergi dapat menyatu ke dalam ASI, dan akan berbahaya jika diminum olehnya.
  • Jika Anda memberikan Si Kecil susu formula, ganti susu anak dengan susu formula berbahan dasar kedelai.
  • Jika Si Kecil alergi terhadap susu kedelai, biasanya dokter akan memberikan susu formula hipoalergenik. Pada susu formula ini, protein dipecahkan ke dalam partikel kecil sehingga kecil kemungkinannya untuk memicu alergi.

Siasati Nutrisinya dengan Cara Ini

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak mengonsumsi susu sapi cenderung mengalami kekurangan vitamin D. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena itu bisa disiasati dengan memberikan makanan yang kaya akan vitamin D, serta mengandung kalsium dan protein. Makanan yang kaya akan vitamin D antara lain adalah bayam, brokoli, produk olahan kedelai, ikan salmon, tuna, sarden, dan telur.

 

Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak bermain di luar ruangan pada pagi hari, agar terkena paparan sinar matahari. Pada saat terpapar sinar ultraviolet B (UVB), tubuh anak Anda akan membentuk vitamin D. Namun, perhatikan juga berapa lama dan kapan saat yang tepat terkena paparan matahari. Dengan hanya terpapar sinar matahari pagi selama 10-15 menit, sebanyak tiga kali seminggu, sudah cukup untuk membuat anak Anda mendapatkan cukup vitamin D.

 

Sekalipun anak didiagnosis memiliki alergi susu sapi, janganlah menyerah dalam memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya. Cobalah untuk lebih kreatif dalam memberikan alternatif atau makanan pengganti, agar pertumbuhan dan kesehatan anak tetap terjaga. Jika perlu, konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

 

Kuning Telur

Segudang Manfaat Kuning Telur dan Cara Sehat Mengonsumsinya

 

Kuning telur memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Kandungan nutrisi didalamnya memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Meski begitu kuning telur sering dianggap makanan pemicu tingginya kolestrol. Jadi ada baiknya untuk tidak mengonsumsi kuning tekur secara berlebihan..

Banyak orang yang gemar mengonsumsi telur, mulai dari kandungan nutrisinya yang melimpah, harganya yang murah, hingga mudah diolah menjadi aneka hidangan lezat.

Berikut kami paparkan manfaat yang akan kamu dapat dari kuning telur :

  1. Baik untuk tulang dan gigi

 

Kuning telur merupakan salah satu sumber alami vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang, gigi, dan otot, serta membantu penyerapan kalsium. Kandungan vitamin D pada kuning telur dapat membantu menjaga kesehatan dan memperkuat tulang dan gigi.

  1. Mengandung protein yang cukup tinggi

 

Kuning telur merupakan salah satu sumber protein yang baik. Dalam sebutir telur, terkandung sekitar 2,5 gram protein dalam bagian kuning telurnya.

 

Protein merupakan salah satu jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan tubuh, memperkuat daya tahan tubuh, serta menunjang tumbuh kembang yang optimal pada anak.

  1. Mencegah penyakit mata

 

Kuning telur kaya akan kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Kedua jenis nutrisi tersebut memiliki khasiat dapat membantu mencegah penyakit mata, seperti katarak dan degenerasi makula.

  1. Mengurangi risiko cacat tabung saraf

 

Kuning telur mengandung kolin dan folat yang cukup tinggi. Kedua nutrisi ini berperan penting dalam menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin dan memastikan otak janin dapat berkembang dengan baik. Beberapa studi juga menyebutkan bahwa kolin dan folat dapat mengurangi kekambuhan gejala asma.

  1. Mengurangi peradangan dan risiko penyakit kronis

 

Walau lemak telur banyak tersimpan di bagian kuningnya, sebagian lemak tersebut adalah lemak sehat omega-3. Oleh karena itu, pilihlah telur berlabel omega-3 yang baik untuk kinerja otak dan memori, serta dapat mengurangi peradangan dalam tubuh dan menurunkan risiko penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, asma, radang sendi, dan kanker.

  1. Baik untuk rambut

 

Kuning telur bisa dijadikan masker rambut yang baik untuk memberi nutrisi pada rambut, melembapkan rambut yang kering, menguatkan rambut, dan mengurangi kerontokan.

Manfaat lain dari kuning telur :

  • Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, termasuk antioksidan, antimikroba, dan anti kanker.
  • Meningkatkan kesehatan mata, termasuk menurunkan risiko degenerasi makula, dan katarak terkait usia.
  • Meningkatkan kepadatan tulang dan ketahanan.
  • Menjaga produksi dan komposisi darah yang sehat, terutama kandungan zat besi dan faktor pembekuan.
  • Menjaga metabolisme yang sehat dan teratur.
  • Meningkatkan metabolisme lemak dan protein.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan perbaikan seluler.
  • Meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
  • Menjaga tekanan darah yang sehat.
  • Meningkatkan kesehatan kulit dan rambut.
  • Memperbaiki kesehatan usus dan kandung kemih.
  • Meningkatkan penyerapan gizi selama pencernaan.
  • Produksi dan kesehatan neurotransmiter.
  • Memperbaiki perkembangan otak dan kesehatan.
  • Mengurangi risiko obstruksi usus dan batu ginjal.
  • Mengurangi keseluruhan radang tubuh.

 

Tips Aman Mengonsumsi Telur

 

Meski ada banyak manfaat kuning telur yang bisa kita dapatkan, banyak ahli gizi yang menyarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi kuning telur. Mengapa? Salah satu alasannya adalah karena kandungan kolesterol dalam kuning telur yang cukup tinggi. Meski demikian, beberapa studi menyatakan bahwa konsumsi telur dalam batas wajar terlihat tidak meningkatkan kadar kolesterol secara drastic.

Perhatian kesehatan yang paling umum juga terkait dengan telur adalah keracunan makanan dari bakteri Salmonella. Unggas secara alami membawa Salmonella dan bisa mencemari telurnya dengan bakteri.

Infeksi Salmonella bisa sangat serius, terutama untuk anak kecil, orang dengan kondisi kekebalan tubuh dan mereka yang berusia di atas 65 tahun. Namun, setelah beberapa tindakan pencegahan keamanan dasar saat membeli, menyimpan, menangani, dan memasak telur secara signifikan mengurangi risiko keracunan Salmonella.

 

Untuk itu agar lebih aman, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

 

  • Jika tubuh Anda sehat, konsumsi telur hingga sebanyak 3 butir per hari masih dianggap aman.
  • Jika Anda menderita penyakit jantung dan kolesterol tinggi, sebaiknya batasi konsumsi telur hingga tidak melebihi 3 butir telur per minggu.
  • Konsumsi telur yang sudah matang sepenuhnya. Hal ini karena telur mentah atau setengah matang dapat menyebabkan keracunan makanan.
  • Lebih baik masak telur dengan cara direbus tanpa garam. Menggoreng telur dapat meningkatkan kandungan lemaknya hingga 50%.

 

Menilik berbagai manfaat kuning telur di atas, tidak ada salahnya tetap memasukkan telur ke dalam menu harian Anda. Tapi bila Anda menderita kolesterol tinggi atau penyakit jantung, batasi konsumsi telur. Untuk menentukan jumlah asupan telur atau kuning telur yang aman, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut ke dokter gizi.