Kenali Jenis dan Gejalanya Kanker Tulang Pada Anak

0 Comments
Kanker Tulang Pada Anak

Osteosarcoma dan sarkoma Ewing adalah kanker tulang yang sering terjadi pada anak. Anak yang menderita kanker ini menunjukkan gejala yang bermacam-macam.  Tergantung lokasi dan ukuran daripada kanker tersebut. Simak ulasan berikut untuk tahu lebih lanjut mengenai kanker tulang pada anak.

Tulang memiliki peran untuk membentuk struktur dan menopang tubuh, melindungi organ penting, seperti paru-paru, jantung, dan otak, membantu tubuh untuk bergerak, membuat sel darah, serta sebagai tempat penyimpanan mineral, seperti kalsium. Karena fungsinya yang penting, kesehatan tulang perlu dijaga dengan baik.

Ada beragam gangguan yang bisa terjadi pada tulang. Salah satunya adalah kanker tulang, yang dapat terjadi baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini akan membuat tulang berubah bentuk, rapuh dan mudah patah.

Jenis Kanker Tulang pada Anak

Kanker tulang adalah tumor pada tulang yang bersifat ganas. Kanker tulang pada anak sebenarnya jarang terjadi. Hanya sekitar 3% kasus kanker pada anak terjadi akibat kanker tulang. Kanker ini bisa berkembang di tulang bagian tubuh mana saja. Akan tetapi, kebanyakan kanker tulang pada anak terjadi di tungkai dan lengan.

 

Kanker tulang pada anak adalah penyakit yang berbahaya karena dapat merusak jaringan tulang yang sehat secara permanen. Selain itu, kanker juga dapat menyebar dari satu bagian tulang ke bagian tulang lain atau organ lainnya.

 

Ada dua jenis kanker tulang yang paling sering terjadi pada anak, yaitu:

  1. Osteosarcoma

 

Osteosarcoma adalah jenis kanker tulang yang paling sering terjadi pada anak, terutama remaja. Osteosarcoma umumnya menyerang tulang-tulang berukuran besar dan panjang yang pertumbuhannya cepat, seperti tulang lengan, lutut, dan tungkai.

 

Jika tidak segera diobati, kanker tulang jenis ini bisa menyebar ke tulang lain atau ke organ tertentu, seperti paru-paru.

 

Beberapa gejala yang dapat muncul pada osteosarcoma adalah:

 

  •     Pembengkakan dan kemerahan di tulang yang terkena tumor.
  •     Nyeri tulang atau sendi, terutama setelah beraktivitas atau di malam hari.
  •     Mudah mengalami cedera atau patah tulang.
  •     Benjolan yang keras pada kulit.
  •     Gerakan menjadi terbatas jika tumor berada di sendi.
  •     Susah berjalan atau pincang jika benjolan berada di area kaki atau tungkai.

 

2. Sarkoma Ewing

 

Jenis kanker tulang pada anak ini lebih jarang terjadi. Sarkoma Ewing lebih sering menyerang anak-anak yang hendak memasuki masa remaja. Kanker tulang jenis sarkoma Ewing lebih sering menyerang anak laki-laki dibandingkan perempuan.

 

Kanker ini kerap terjadi di tulang panggul, dada dan rusuk, dan tungkai atau kaki. Terkadang sarkoma Ewing juga bisa menyerang tulang bagian lengan, tangan, tengkorak, dan tulang belakang.

 

Selain di tulang, jenis kanker ini juga dapat berkembang pada jaringan lunak di sekitar tulang. Beberapa gejala sarkoma Ewing adalah:

 

Nyeri dan bengkak pada tulang yang terkena kanker. Gejala ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

  •     Nyeri tulang yang memburuk di malam hari atau saat melakukan aktivitas fisik.
  •     Munculnya benjolan di kulit yang terasa nyeri dan hangat ketika disentuh.
  •     Sering merasa kelelahan.
  •     Sering demam.
  •     Mudah mengalami patah tulang tanpa sebab yang jelas.
  •     Kehilangan berat badan.
  •     Kesulitan berjalan.

 

Penyebab kanker tulang osteosarcoma dan sarkoma Ewing belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, sarkoma Ewing diketahui tidak terkait dengan paparan radiasi, senyawa kimia, atau faktor lingkungan lain. Sedangkan kanker tulang osteosarcoma dikatakan lebih berisiko terjadi pada anak-anak yang pernah menjalani terapi radiasi atau paparan radiasi kuat.

 

Untuk mengobati penyakit kanker tulang pada anak, sering kali dibutuhkan tindakan operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

 

Apa pun jenisnya, kanker tulang pada anak adalah kondisi yang perlu segera diperiksakan ke dokter. Semakin cepat diobati, maka kemungkinannya untuk sembuh akan semakin besar. Kanker ini menjadi sulit untuk diobati jika sudah menyebar ke organ lain.

Tinggalkan Balasan