Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil

0 Comments
Makanan Dihindari Ibu Hamil

 

Ibu hamil harus membekali diri dengan pengetahuan seputar makanan nutrisi, dan makananyang harus diwaspadai untuk memastikan kebutuhan gizi Ibu dan kesehatan janin.

Tanpa disadari, ada beberapa jenis makanan berbahaya untuk ibu hamil yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Makanan ini dinilai berbahaya karena terkontaminasi bakteri, parasit, atau mengandung bahan tertentu yang dianggap dapat mengancam keselamatan ibu dan janin dalam kandungan.

Ibu hamil perlu memerhatikan setiap asupan makanan yang dikonsumsinya, termasuk mengetahui makanan berbahaya yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Hal ini karena setiap makanan yang ibu hamil konsumsi, akan berpengaruh terhadap kesehatan janin dalam kandungan.

Beberapa makanan yang dilarang berikut ini bukan saja karena proses pengolahannya, tetapi juga disebabkan oleh asal bahan makanan itu sendiri. Apa saja makanan yang sebaiknya dihindari bagi ibu hamil?

 

  1. Makanan mentah atau setengah matang

Hindari telur mentah, daging mentah ataupun setengah matang, kerang mentah, sashimi, sushi mentah, dan lain-lain. Makanan ini mungkin saja tercemar bakteri dan parasit. Misalnya, bakteri Listeria pada daging unggas mentah yang mengakibatkan keguguran atau janin meninggal dalam kandungan, bakteri Salmonella pada makanan laut mentah yang bisa memicu keguguran, serta parasit Toksoplasma pada sayuran yang ditanam menggunakan pupuk kandang akan menyebabkan kelainan janin. Karenanya, pastikan setiap makanan yang ingin Ibu konsumsi memiliki tingkat kematangannya sudah sempurna.

  1. Alkohol

Konsumsi alkohol saat hamil dapat menyebabkan cacat kongenital atau kelainan bawaan, kelainan jantung, dan retardasi mental pada janin. Tidak ada dosis alkohol yang terbukti aman dikonsumsi saat hamil. Segala jenis alkohol bisa bersifat beracun bagi bayi. Cara terbaik adalah tidak mengonsumsinya sama sekali.

  1. Seafood

    Seafood mengandung omega-3 yang baik untuk bayi. Namun, Anda juga harus menghindari makanan laut, karena berpotensi mengandung merkuri yang tinggi akibat limbah, sebab, hal ini bisa merusak otak bayi. Namun bukan berarti ibu hamil membatasi makan ikan, yang terpenting adalah memilih jenis ikan yang tepat. Oleh karena itu disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan hiu, king mackerel, atau kepiting.

Ibu hamil harus hati-hati memilih ikan yang dikonsumsi, karena beberapa jenis ikan laut mengandung merkuri yang tinggi. Ikan yang sebaiknya dihindari, termasuk ikan makerel, todak, tuna dan ikan marlin.

 

Penelitian menyebutkan, paparan merkuri secara berlebih pada ibu hamil dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Bahkan dapat pula memengaruhi penglihatan, keterampilan motorik, bahasa, dan kognitif anak.

 

Jika memang ibu hamil ingin mengonsumsi ikan laut, pilih ikan atau seafood dengan kadar merkuri rendah seperti udang, sarden, nila laut, dan salmon. Namun, takarannya tetap dibatasi yaitu tidak lebih dari 340 gram per minggu.

 

  1. Kafein
    Kandungan kafein membuat Ibu sulit untuk beristirahat, sehingga dapat memicu munculnya rasa cemas hingga stres. Tentunya stress harus dihindari saat Ibu sedang mengandung. Lebih bahayanya lagi, ternyata kafein bisa ’menembus’ plasenta. Lewat plasenta, kafein akan memengaruhi detak jantung serta sistem pernapasan janin.

 

  1. Waspadai Makanan yang Telah Terkontaminasi

 

Makanan yang ibu hamil konsumsi bisa menjadi berbahaya jika sudah terkontaminasi bakteri dan parasit, seperti:

  • Listeria monocytogenes

 

Listeria monocytogenes merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada tanah dan air. Bakteri ini dapat mengontaminasi tanaman dan hewan, sehingga ibu hamil harus memastikan bahwa buah, sayur, dan daging yang dikonsumsi benar-benar terjaga kebersihannya dengan baik.

Apabila ibu hamil terinfeksi bakteri ini (listeriosis), gejala yang dapat dirasakan seperti demam, kelelahan, nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Infeksi listeriosis pada ibu hamil terbilang berbahaya, karena bakteri ini dapat dengan mudah masuk ke dalam plasenta, sehingga terdapat kemungkinan untuk mengancam kelangsungan hidup bayi dalam kandungan. Bayi berisiko untuk lahir prematur, meninggal dalam kandungan, dan keguguran.

  • Toxoplasma gondii

 

Toxoplasma gondii merupakan parasit yang menyebabkan infeksi toxoplasmosis. Infeksi ini dapat terjadi jika ibu hamil mengonsumsi daging kurang matang yang telah terkontaminasi parasit toxoplasma gondii. Selain itu, paparan kotoran kucing yang telah terinfeksi parasit toxoplasma gondii juga dapat membuat ibu hamil terinfeksi toxoplasmosis.

Gejala dari infeksi ini dapat berupa lelah, demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, dan nyeri otot. Toxoplasmosis dapat mengakibatkan keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan. Untuk bayi yang lahir setelah terkena infeksi ini dalam kandungan, ada kemungkinan  bayi menderita kondisi serius seperti infeksi mata, penyakit kuning, kejang-kejang, hingga mengalami pembesaran hati dan limpa.

 

 

  1. Daging mentah

 

Salah satu makanan berbahaya untuk ibu hamil adalah daging mentah. Makanan mengandung daging mentah seperti sushi, sashimi, dan steak setengah matang, perlu dihindari selama kehamilan demi kesehatan janin dalam kandungan.

 

Semua daging yang ibu hamil konsumsi harus dimasak hingga benar-benar matang agar terhindar dari kontaminasi dan keracunan makanan akibat bakteri Salmonella, Campylobacter, E. coli, dan parasit.

 

  1. Telur mentah

 

Ibu hamil harus memastikan bahwa telur yang dikonsumsi telah matang secara merata sebelum mengonsumsinya. Hal ini karena telur mentah atau setegah matang yang ibu hamil konsumsi bisa saja mengandung bakteri Salmonella.

 

Meski tidak membahayakan janin secara langsung, konsumsi telur yang telah terkontaminasi Salmonella dapat membuat ibu hamil mengalami gangguan pencernaan berupa diare dan muntah-muntah. Kondisi tersebut berisiko membuat ibu hamil mengalami dehidrasi yang tentunya berbahaya untuk kehamilan.

 

  1. Beberapa jenis keju

 

Sebagian jenis keju terbuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi, hal ini berisiko mengganggu kehamilan. Selain itu, keju seperti ini juga dianggap tidak aman dikonsumsi karena cenderung lebih lembap, sehingga membuat bakteri listeria bisa tumbuh dan berkembang.

 

Jika ibu hamil ingin mengonsumsi keju, pilih keju bertekstur keras dan kering, misalnya keju parmesan atau cheddar. Ibu hamil juga dapat memilih keju bertekstur lembut yang terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi seperti keju ricotta, paneer, mozzarella, atau cottage.

 

  1. Hati

 

Ibu hamil perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi hati ataupun makanan yang mengandung hati selama kehamilan. Hal ini karena kandungan vitamin A pada hati sangatlah tinggi, sehingga dapat membahayakan janin dalam kandungan bila dikonsumsi berlebihan.

 

Hati sebenarnya masih dapat dikonsumsi oleh ibu hamil, hanya saja jangan terlalu banyak atau terlalu sering. Batasan aman mengonsumsi hati untuk ibu hamil adalah sekali dalam sebulan dengan porsi yang wajar.

 

  1. Sayuran dan buah-buahan yang tidak dibersihkan atau mentah

 

Pastikan untuk selalu mencuci sayuran dan buah-buahan hingga bersih di bawah air mengalir. Hindari pula makan buah atau sayuran yang sudah rusak, bolong, atau memar karena bakteri dapat berkembang di daerah tersebut.

 

Penting bagi ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari berbagai makanan yang dianggap berbahaya. Jika ibu hamil masih ragu terhadap makanan yang dikonsumsi, jangan sungkan untuk menanyakan keamanannya kepada dokter kandungan, saat sedang kontrol kehamilan. Dengan mengikuti saran dari dokter, kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan dapat terjaga.

Tinggalkan Balasan