Businesswoman Sleeping At Desk

Sering Ngantuk Di Saat Kerja? Ini Solusinya

 

Mengantuk adalah suatu hal manusiawi yang sering orang rasakan ketika kurangnya kadar oksigen di dalam otak, rendahnya kadar gula darah, dan kurangnya jam istirahat. Mengantuk bisa menjadi sesuatu yang sangat merepotkan ketika anda sedang harus beraktivitas. Berikut adalah tips yang kami bagikan untuk anda yang sering mengantuk di jam- jam krusial.

 

Mengusir Rasa Kantuk dan Lelah di Tempat Kerja

 

Tidak hanya mengonsumsi kopi, ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengusir rasa kantuk dan lelah di tempat kerja.

 

  • Bergerak di sela-sela jam kerja

 

Berjalan kaki dan melakukan gerak tubuh membuat oksigen terpompa ke otak dan otot. Melakukan aktivitas seperti ini selama lima menit saja dapat membuat Anda terjaga hingga satu jam setelahnya. Luangkan waktu untuk berjalan kaki keluar ruangan, menuruni tangga ke lobi, atau beribadah ke mushola.

 

Berikut ini adalah beberapa hal sederhana yang dapat dicoba untuk memastikan tubuh Anda tetap aktif bergerak di kantor.

 

  • Sempatkan berjalan

 

Cari kesempatan untuk berdiri dan melangkahkan kaki di sela jam kerja, seperti berjalan keluar saat beristirahat lima menit. Selain itu, daripada mengirim pesan singkat lewat internet, lebih baik Anda mendatangi meja rekan kerja untuk berdiskusi.

 

  • Rapat di luar kantor

 

  • Jika memungkinkan, adakan rapat di luar kantor, di tempat yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.

 

  • Olah tubuh di sela-sela jam kerja

 

  • Luangkan lima menit dari waktu istirahat makan siang untuk melakukan peregangan seperti berikut ini.

 

Membungkuklah dengan kaki tetap lurus dan biarkan tangan menyentuh ujung jari kaki. Tahan hingga 5-10 detik. Ulangi beberapa kali.

Berdiri menghadap suatu sudut ruangan. Rentangkan tangan setinggi bahu, tempatkan lengan depan, siku, dan telapak tangan pada dinding. Lengkungkan tubuh bagian atas ke dalam. Tahan hingga 10 detik. Ulangi sebanyak 5-10 kali untuk meregangkan otot dada. Anda juga dapat menurunkan dan meninggikan posisi lengan untuk melatih otot yang berbeda.

Dengan posisi duduk, letakkan kedua tangan di pinggul dan rapatkan kedua kaki. Busungkan dada tanpa mengubah pandangan mata atau posisi kepala Anda. Kemudian rasakan penegangan pada dada saat Anda menarik tulang bahu ke belakang secara bersamaan. Upayakan untuk menahan penegangan ini selama 10 detik. Setelah itu coba lemaskan tubuh Anda sesaat. Ulangi 10 kali gerakan yang sama.

 

  • Mengatur pernapasan

 

Rasa kantuk dapat hilang jika kadar oksigen pada otak telah tercukupi. Sebenarnya kondisi ini dapat diperoleh dengan mengatur pernapasan. Anda dapat melakukan latihan pernapasan dengan tetap duduk di meja kerja. Cobalah tarik napas dalam-dalam melalui hidung, hingga perut dan tulang rusuk di kanan-kiri mengembang, tapi dada tidak bergerak. Tahan sejenak, lalu hembuskan napas melalui mulut.

 

  • Mengonsumsi camilan yang sehat

 

Kadar gula darah yang rendah dapat menyebabkan tubuh terasa lemas. Pada kondisi ini, makanan ringan dapat bermanfaat meningkatkan energi. Anda dapat mengonsumsi pilihan camilan sehat, seperti:

 

  •     Buah potong, seperti semangka, melon, jeruk.
  •     Kacang-kacangan.
  •     Biskuit dengan gandum utuh.

 

Mengonsumsi kopi atau minuman berkafein juga dapat membuat Anda bersemangat dan terus terjaga hingga tengah hari. Kuncinya adalah jangan berlebihan dan hindari konsumsinya di sore hari agar Anda tidak sulit tidur di malam harinya.

 

Namun Anda sebaiknya menghindari beberapa jenis makanan dan minuman tertentu karena justru dapat makin mendatangkan rasa kantuk, yaitu:

 

Makanan dan minuman ringan dengan kadar gula tinggi. Gula memang dapat membuat rasa kantuk seketika hilang, tapi efek tersebut hanya terasa sebentar karena beberapa waktu kemudian Anda justru akan merasa lebih mengantuk.

  •     Makanan berlemak tinggi.

 

Pastikan Anda mengonsumsi cukup air atau makanan yang mengandung kadar cairan tinggi. Dehidrasi dapat menyebabkan munculnya rasa kantuk dan lelah.

 

  • Tidur siang

 

Jika rasa kantuk sudah tidak tertahankan, luangkan 10-20 menit dari waktu istirahat untuk tidur siang. Jika tidak dapat tidur, memejamkan mata sambil tengkurap di meja kerja selama 10 menit juga dapat menyegarkan otak.

 

  • Jeda untuk mata

 

Mata dan pikiran yang lelah bisa disebabkan oleh aktivitas sama yang dilakukan tanpa variasi, seperti terus-menerus menatap layar komputer. Alihkan mata dan perhatian Anda sesekali ke hal lain seperti bicara pada rekan kerja atau membaca koran sebentar.

Mencegah Datangnya Rasa Kantuk dan Lelah

 

Banyak orang mengira bahwa olahraga membuat tubuh lelah. Padahal menurut penelitian, olahraga secara teratur justru menjadi cara alami untuk meningkatkan energi dan membuat Anda tetap terjaga sepanjang hari. Berikut ini adalah anjuran yang dapat diikuti.

 

  • Ubah cara berangkat ke kantor dan pulang ke rumah

 

Menggunakan kendaraan umum pada saat bepergian jelas akan lebih menuntut kita untuk berjalan dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Usahakan untuk menggunakan fasilitas kendaraan umum dalam bepergian sehari-hari terutama jika Anda sulit menyediakan waktu untuk berolahraga ke gym. Jika Anda mengendarai kendaraan bermotor atau mobil, parkirlah kendaraan pada jarak yang sedikit jauh agar Anda dapat berjalan kaki ke lokasi kantor. Begitu pula jika Anda bepergian dengan kendaraan umum, turunlah beberapa jauh dari kantor Anda. Begitu tiba di kantor, daripada naik lift, cobalah gunakan tangga untuk mencapai lantai atas.

 

  • Bergabung di pusat kebugaran

 

Ajak teman-teman kantor untuk bergabung di pusat kebugaran agar dapat berolahraga bersama-sama. Selain menyenangkan, kondisi ini akan membuat Anda dan rekan kerja dapat saling mengingatkan diri untuk teratur berolahraga dan pada akhirnya bisa mencegah rasa kantuk di kantor.

Sakit Perut Saat Hamil

Waspadai Sakit Perut saat Hamil

Sakit perut adalah hal yang biasa. Akan tetapi, Ibu hamil perlu berhati-hati jika sakit perut diikuti oleh gejala lain yang dirasakan sangat berat. Oleh karena itu, Ibu hamil penting mengenali perbedaan antara sakit perut hamil yang normal dan yang berbahaya.

 

Seiring bertambahnya usia janin, rahim akan  memberi ruang bagi janin untuk berkembang. Pembesaran rahim menyebabkan beberapa tekanan pada otot dan sendi di sekitar rahim, sehingga menimbulkan rasa sakit pada perut.

Nyeri perut karena kondisi tersebut adalah hal yang normal terjadi dan tidak akan membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin. Meski begitu, nyeri perut saat hamil juga bisa disebabkan oleh kondisi yang serius, sehingga diperlukan penanganan dokter.

Sakit Perut saat Hamil yang Tidak Berbahaya

Selain membesarnya ukuran rahim, sakit perut yang dikategorikan tidak berbahaya bisa disebabkan oleh:

  1. Gas yang berlebih di dalam perut

 

Gas yang menumpuk di dalam saluran cerna selama kehamilan bisa membuat ibu hamil merasa sakit perut. Hal ini terjadi karena meningkatnya hormon progesteron yang menyebabkan otot di saluran pencernaan lebih rileks dan lebih lambat mencerna makanan.

 

Saat makanan lebih lama berada di usus besar, akan semakin banyak gas yang diproduksi. Selain itu, rahim yang kian membesar juga dapat memberikan tekanan tambahan pada saluran pencernaan, sehingga gas pada saluran cerna menumpuk.

 

Gejala yang muncul ketika gas menumpuk di dalam usus adalah sakit perut, nyeri dada, kembung, lebih sering buang angin, dan kram.

  1. Nyeri ligamen

 

Terdapat dua ligamen atau jaringan ikat utama yang membentang dari rahim ke selangkangan dan keduanya berfungsi untuk menopang rahim. Ketika rahim meregang, ligamen juga ikut meregang. Hal inilah yang membuat ibu hamil terkadang merasakan rasa nyeri yang tajam di perut, pinggul, atau selangkangan.

 

Munculnya rasa sakit yang biasanya terjadi pada kehamilan trimester kedua ini dapat dipicu oleh perubahan posisi tubuh, bersin, atau batuk.

  1. Konstipasi

 

Perubahan hormon yang terjadi saat hamil bisa memicu konstipasi. Kurangnya asupan berserat, jarang olahraga, atau rasa gelisah juga bisa menjadi penyebab konstipasi saat hamil. Jika mengalaminya, Bumil mungkin bisa merasakan nyeri perut, kembung, dan harus mengejan saat buang air besar.

  1. Kontraksi palsu

 

Ketika mengalami kontraksi, Bumil akan merasakan bagian rahim, perut bagian bawah, atau selangkangan mengencang, lalu rileks dengan sendirinya. Ada dua jenis kontraksi saat hamil, yaitu kontraksi palsu dan asli. Perbedaan kedua jenis kontraksi ini terdapat pada intensitasnya.

 

Kontraksi palsu tidak akan berubah menjadi lebih parah seiring berjalannya waktu. Sedangkan kontraksi asli semakin lama akan terasa semakin berat dan semakin sering muncul, diikuti oleh tanda-tanda persalinan.

 

Kontraksi palsu merupakan bagian dari kehamilan normal dan kerap terjadi pada trimester akhir kehamilan. Biasanya kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit. Namun pada kasus tertentu, kontraksi ini juga mungkin bisa terasa menyakitkan.

Sakit Perut yang Perlu Diwaspadai saat Hamil

 

Meskipun normal terjadi, sakit perut saat hamil tetap tidak boleh dianggap remeh, terutama bila berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam, atau disertai dengan gejala berikut:

 

  •     Kerluarnya bercak darah di vagina
  •     Keputihan
  •     Menggigil dan demam
  •     Sakit kepala
  •     Nyeri saat buang air kecil
  •     Mual dan muntah
  •     Nyeri pada punggung bawah

 

Berikut ini adalah beberapa komplikasi kehamilan berbahaya yang ditandai oleh sakit perut:

  1. Keguguran

 

Keguguran adalah kematian janin secara tiba-tiba sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Kondisi ini dapat ditandai dengan keluarnya darah dari vagina yang disertai gumpalan jaringan, serta nyeri atau kram pada perut dan punggung bagian bawah.

  1. Persalinan prematur

 

Jika mengalami sakit perut akibat kontraksi (lebih dari lima kali kontraksi dalam satu jam) atau kram seperti menstruasi yang terjadi sebelum kehamilan berusia 37 minggu, bisa jadi Bumil akan mengalami persalinan prematur.

 

Tanda-tanda persalinan prematur lainnya adalah perdarahan vagina, ketuban pecah dini, dan nyeri pada area panggul atau punggung bagian bawah.

  1. Preeklamsia

 

Wanita hamil dikatakan mengalami preeklamsia jika tekanan darahnya terus meningkat setelah kehamilan berusia 20 minggu dan terdapat peningkatan kadar protein dalam urine.

 

Gejala-gejala yang perlu diwaspadai adalah bila mengalami pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, berat badan yang meningkat cepat, sakit kepala, gangguan penglihatan, mual, muntah, dan nyeri perut.

  1. Infeksi saluran kemih

 

Infeksi saluran kemih ditandai oleh sakit pada perut bagian bawah, nyeri saat buang air kecil, sering merasa ingin pipis, dan urine berbau busuk atau bercampur darah.

 

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami infeksi ginjal atau melahirkan prematur.

  1. Korioamnionitis

 

Korioamnionitis adalah infeksi bakteri pada plasenta dan air ketuban yang menyebabkan air ketuban menjadi bernanah dan bau. Biasanya bakteri ini berasal dari vagina atau saluran kemih yang menyebar ke kantung ketuban.

 

Korioamnionitis ditandai dengan rasa nyeri di bagian rahim atau perut, demam, serta peningkatan denyut nadi pada ibu dan janin. Jika tidak diobati dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan masalah kesehatan serius pada ibu dan janin.

  1. Kehamilan ektopik

 

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim. Kondisi ini bisa tidak bergejala. Namun jika sudah bermasalah, kehamilan ektopik dapat menimbulkan rasa sakit yang berat seperti tertusuk-tusuk. Rasa sakit ini sering kali muncul di salah satu sisi perut bagian bawah, disertai perdarahan dari vagina.

 

Nyeri biasanya semakin memburuk setelah melakukan aktivitas fisik atau saat batuk. Selain itu, penderita kehamilan ektopik juga bisa mengalami pingsan secara tiba-tiba.

 

Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin karena berisiko menimbulkan syok yang dapat membahayakan nyawa Bumil.

  1. Solusio plasenta

 

Solusio plasenta adalah kondisi di mana plasenta terpisah sebagian atau seutuhnya dari rahim sebelum bayi lahir. Kondisi yang sangat berbahaya ini dapat menimbulkan gejala berupa kram perut atau kontraksi yang tidak kunjung hilang, perdarahan dari vagina, dan ketuban pecah disertai adanya darah pada air ketuban.

 

Jika Bumil mengalami kesulitan untuk membedakan apakah sakit perut yang dialami termasuk normal atau tidak, atau jika sakit perut saat hamil dibarengi gejala lain dan semakin berat, sebaiknya Bumil segera ke dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Kanker Tulang Pada Anak

Kenali Jenis dan Gejalanya Kanker Tulang Pada Anak

Osteosarcoma dan sarkoma Ewing adalah kanker tulang yang sering terjadi pada anak. Anak yang menderita kanker ini menunjukkan gejala yang bermacam-macam.  Tergantung lokasi dan ukuran daripada kanker tersebut. Simak ulasan berikut untuk tahu lebih lanjut mengenai kanker tulang pada anak.

Tulang memiliki peran untuk membentuk struktur dan menopang tubuh, melindungi organ penting, seperti paru-paru, jantung, dan otak, membantu tubuh untuk bergerak, membuat sel darah, serta sebagai tempat penyimpanan mineral, seperti kalsium. Karena fungsinya yang penting, kesehatan tulang perlu dijaga dengan baik.

Ada beragam gangguan yang bisa terjadi pada tulang. Salah satunya adalah kanker tulang, yang dapat terjadi baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini akan membuat tulang berubah bentuk, rapuh dan mudah patah.

Jenis Kanker Tulang pada Anak

Kanker tulang adalah tumor pada tulang yang bersifat ganas. Kanker tulang pada anak sebenarnya jarang terjadi. Hanya sekitar 3% kasus kanker pada anak terjadi akibat kanker tulang. Kanker ini bisa berkembang di tulang bagian tubuh mana saja. Akan tetapi, kebanyakan kanker tulang pada anak terjadi di tungkai dan lengan.

 

Kanker tulang pada anak adalah penyakit yang berbahaya karena dapat merusak jaringan tulang yang sehat secara permanen. Selain itu, kanker juga dapat menyebar dari satu bagian tulang ke bagian tulang lain atau organ lainnya.

 

Ada dua jenis kanker tulang yang paling sering terjadi pada anak, yaitu:

  1. Osteosarcoma

 

Osteosarcoma adalah jenis kanker tulang yang paling sering terjadi pada anak, terutama remaja. Osteosarcoma umumnya menyerang tulang-tulang berukuran besar dan panjang yang pertumbuhannya cepat, seperti tulang lengan, lutut, dan tungkai.

 

Jika tidak segera diobati, kanker tulang jenis ini bisa menyebar ke tulang lain atau ke organ tertentu, seperti paru-paru.

 

Beberapa gejala yang dapat muncul pada osteosarcoma adalah:

 

  •     Pembengkakan dan kemerahan di tulang yang terkena tumor.
  •     Nyeri tulang atau sendi, terutama setelah beraktivitas atau di malam hari.
  •     Mudah mengalami cedera atau patah tulang.
  •     Benjolan yang keras pada kulit.
  •     Gerakan menjadi terbatas jika tumor berada di sendi.
  •     Susah berjalan atau pincang jika benjolan berada di area kaki atau tungkai.

 

2. Sarkoma Ewing

 

Jenis kanker tulang pada anak ini lebih jarang terjadi. Sarkoma Ewing lebih sering menyerang anak-anak yang hendak memasuki masa remaja. Kanker tulang jenis sarkoma Ewing lebih sering menyerang anak laki-laki dibandingkan perempuan.

 

Kanker ini kerap terjadi di tulang panggul, dada dan rusuk, dan tungkai atau kaki. Terkadang sarkoma Ewing juga bisa menyerang tulang bagian lengan, tangan, tengkorak, dan tulang belakang.

 

Selain di tulang, jenis kanker ini juga dapat berkembang pada jaringan lunak di sekitar tulang. Beberapa gejala sarkoma Ewing adalah:

 

Nyeri dan bengkak pada tulang yang terkena kanker. Gejala ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

  •     Nyeri tulang yang memburuk di malam hari atau saat melakukan aktivitas fisik.
  •     Munculnya benjolan di kulit yang terasa nyeri dan hangat ketika disentuh.
  •     Sering merasa kelelahan.
  •     Sering demam.
  •     Mudah mengalami patah tulang tanpa sebab yang jelas.
  •     Kehilangan berat badan.
  •     Kesulitan berjalan.

 

Penyebab kanker tulang osteosarcoma dan sarkoma Ewing belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, sarkoma Ewing diketahui tidak terkait dengan paparan radiasi, senyawa kimia, atau faktor lingkungan lain. Sedangkan kanker tulang osteosarcoma dikatakan lebih berisiko terjadi pada anak-anak yang pernah menjalani terapi radiasi atau paparan radiasi kuat.

 

Untuk mengobati penyakit kanker tulang pada anak, sering kali dibutuhkan tindakan operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

 

Apa pun jenisnya, kanker tulang pada anak adalah kondisi yang perlu segera diperiksakan ke dokter. Semakin cepat diobati, maka kemungkinannya untuk sembuh akan semakin besar. Kanker ini menjadi sulit untuk diobati jika sudah menyebar ke organ lain.

Kebutuhan Serat

Penuhi Kebutuhan Serat untuk Perkembangan Si Kecil

Tahukah bunda, Serat sangat penting untuk perkembangan si kecil? Terutama masalah pencernaan.

Salah satu cara yang bisa bunda lakukan untuk menjaga kesehatan pencernaan dan juga perkembangan Si Kecil adalah dengan memberikan makanan cukup serat pada buah hati bunda.

Manfaat Serat yang Perlu bunda Ketahui

Sebagian besar orang mengerti bahwa mereka membutuhkan makanan berserat, namun tidak banyak orang yang sepenuhnya tahu makanan mana yang kaya akan serat dan mana yang tidak.

Asupan berserat tinggi penting untuk dikonsumsi si buah hati, karena bermanfaat hingga membantu proses metabolisme tubuh, diantaranya dengan cara menormalkan gerakan usus, membantu menjaga kesehatan usus, menjaga kualitas tinja dan mempermudah proses buang air besar, mencegah ambeien pada anak, hal-hal tersebut membantu Si Kecil memenuhi kebutuhan nutrisi harian, serta memungkinkannya mencapai berat badan yang sehat. Hal ini bukan hanya akan menjaga kesehatan saluran cernanya, namun juga meningkatkan daya tahan tubuhnya, sehingga mendukung tumbuh kembang Si Kecil secara optimal.

 

Ini Sumber Serat yang Baik untuk Si Kecil

 

Meski serat memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, namun seringkali anak-anak tidak berselera untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat, baik karena bentuk atau rasanya yang kurang menarik untuk kebanyakan anak-anak. Padahal, banyak makanan lezat yang merupakan sumber serat, seperti yang berasal dari buah-buahan hingga sereal gandum.

 

Berikut ini beberapa sumber serat yang baik untuk Si Kecil yang harus Ibu ketahui, di antaranya:

Makanan yang Mengandung Serat Alami

 

Tabel di bawah ini diharapkan dapat membantu Anda memperkirakan kandungan serat dalam beberapa contoh makanan berserat yang umum dikonsumsi. Namun sebelumnya, berikut adalah beberapa sumber serat alami berdasarkan jenisnya:

 

  •     Sayuran dan buah

 

Sayuran yang banyak mengandung serat antara lain adalah selada, lobak, wortel mentah, bayam, jamur, labu, asparagus, kentang, brokoli, dan kacang panjang. Sementara buah yang mengandung banyak serat antara lain adalah buah jeruk, apel, pisang, buah pir, mangga, buah persik, buah beri, dan buah ara.

 

  •     Biji-bijian utuh

Dapat ditemukan pada pasta ataupun roti berlabel biji-bijian utuh (whole grain). Beras merah dan sereal seperti oatmeal juga termasuk dalam makanan berserat tinggi.

  •     Kacang-kacangan

Jenis kacang-kacangan yang kaya serat antara lain adalah lentil, kacang hitam, kacang polong, kacang merah, buncis, biji bunga matahari, kacang almond, dan pistachio.

 

  •     Buah-buahan beri.

 

  •     Roti dan sereal gandum.

 

  •     Buah-buahan seperti apel, jeruk, pisang, plum, dan pir.

 

Adapun takaran serat yang dianjurkan untuk anak-anak dari Permenkes No. 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan, yaitu untuk usia 1 hingga 3 tahun untuk mengonsumsi serat sekitar 16 gram per hari, dan usia 4 hingga 6 tahun sekitar 22 gram. Artinya Ibu bisa memberikan sekitar 2-3 cangkir buah atau sayuran per hari untuk Si Kecil.

Tips Memenuhi Kebutuhan Serat Harian

Beberapa tips sederhana berikut dapat membantu Anda mencukupi kebutuhan serat harian:

  • Hindari mengonsumsi satu jenis makanan yang sama. Mengonsumsi berbagai jenis makanan berbeda membuat kebutuhan akan serat lebih berpeluang untuk bisa
  • Sebisa mungkin, konsumsi buah dan beberapa jenis sayur beserta kulitnya.
  • Coba ganti camilan Anda dengan buah segar atau kacang tanpa tambahan garam atau gula.
  • Saat akan mengonsumsi makanan kemasan, periksa kandungan serat yang tercantum pada label kemasan.

 

Pastikan bunda  memenuhi kebutuhan serat harian Si Kecil, yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, lengkapi pula dengan asupan nutrisi tambahan lainnya seperti vitamin dan susu pertumbuhan yang mengandung serat vitamin dan mineral yang dibutuhkan Si Kecil untuk mendukung kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, serta tumbuh kembangnya. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lengkap terkait nutrisi Si Kecil.

Ambeien Pada Anak

Cara Mengatasinya Ambeien pada Anak

Ambeien dapat dialami oleh siapa saja, meskipun sering terjadi pada orang dewasa ternyata ambeienjuga bisa dialami oleh anak anak. Apa saja gejala dan penyebab ambeien pada anak dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasa berikut untuk tahu mengenai lebih lanjut soal ambeien.

Ambeien atau wasir umumnya tidak berbahaya, tetapi kondisi ini dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Apalagi jika ambeien dialami oleh anak-anak. Karena anak-anak umumnya belum bisa mengutarakan dengan jelas apa yang ia rasakan atau keluhkan, maka orang tua perlu jeli melihat tanda dan gejala ambeien pada anak, agar kondisi ini dapat segera diatasi.

Ambeien pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Gejala dan Penyebab Ambeien pada Anak

Umumnya, gejala ambeien pada anak sama seperti orang dewasa. Anak yang mengalami ambeien dapat menunjukkan beberapa tanda dan gejala berikut:

  • Perdarahan saat buang air besar (BAB) atau keluarnya darah berwarna merah terang yang menetes dari dubur.
  • Keluar lendir dari dubur sewaktu atau setelah BAB.
  • Anak menangis atau terlihat kesakitan saat BAB.
  • Tekstur tinja keras dan kering.
  • Anak terlihat tidak nyaman karena rasa gatal atau nyeri di anus.
  • Ada benjolan yang tampak keluar dari anus.

 

Jika Si Kecil menunjukkan beberapa tanda dan gejala di atas, ada kemungkinan ia mengalami ambeien.

Ambeien terjadi ketika pembuluh darah pada anus membengkak dan mengalami peradangan. Penyebab yang paling umum adalah sembelit dan diare yang berkepanjangan atau kebiasaan mengejan saat buang air besar.

Sembelit yang menyebabkan wasir biasanya terjadi karena anak kurang mengonsumsi makanan yang mengandung serat. Pada bayi yang mulai diberikan makanan padat, peralihan dariASI atau susu formula ke makanan padat kemungkinan dapat menyebabkan sembelit.

Jika sembelit terus terjadi dan tidak ditangani, lama-kelamaan Si Kecil bisa mengalami ambeien.

 

Mengatasi Ambeien pada Anak dengan Perawatan Mandiri di Rumah

 

Langkah utama untuk mengatasi ambeien adalah mengobati penyebabnya. Jadi jika ambeien Si Kecil disebabkan oleh diare berkepanjangan, maka ia perlu mendapatkan pengobatan diare. Begitu juga jika ambeien disebabkan oleh sembelit.

 

Ambeien yang berat umumnya membutuhkan pengobatan dari dokter. Jika pengobatan tersebut tidak berhasil mengatasi ambeien, maka mungkin diperlukan tindakan operasi.

 

Sebelum kondisinya parah, ambeien pada anak dapat diatasi dengan perawatan di rumah untuk meredakan gejalanya. Perawatan yang bisa dilakukan adalah:

 

  •     Memberikan anak makanan yang kaya serat, seperti sayur dan buah, dengan porsi yang lebih banyak.
  •     Mengupayakan agar anak minum banyak air putih. Jika Si Kecil bosan dengan air putih, coba berikan minuman lainnya, seperti jus buah.
  •     Mengajak anak untuk aktif bergerak atau berolahraga ringan, untuk membantu melancarkan pencernaannya.
  •     Membersihkan dan merendam area anus anak dengan air hangat 2-3 kali sehari selama 10-15 menit. Cara ini dapat mengurangi rasa gatal dan nyeri karena ambeien.
  •     Menggunakan tisu basah yang berbahan lembut dan tanpa pewangi untuk membersihkan anus anak. Tisu basah yang berbahan kimia lembut ini dapat mencegah iritasi pada anus bayi.
  •     Mengoleskan petroleum jelly pada anus anak, untuk melumasi dan memudahkan keluarnya tinja saat BAB.

 

Beberapa obat oles khusus untuk mengatasi keluhan wasir juga bisa digunakan pada anak. Namun sebelum menggunakannya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

 

Umumnya, gejala ambeien pada anak akan membaik dan hilang dalam waktu seminggu setelah diberikan perawatan di rumah. Tapi bila gejalanya terus berlanjut atau ambeien yang muncul sangat besar, segeralah bawa Si Kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Mengingat wasir bukan penyakit yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak, maka kondisi ini perlu diwaspadai. Terlebih jika ambeien tersebut menyebabkan anemia pada anak akibat perdarahan yang banyak atau lama, dan membuat anak menjadi lemas.

 

Tanda Tanda Melahirkan

Tanda-Tanda Yang Sering Terjadi Saat Akan Melahirkan

Sebelum tiba waktu melahirkan, Anda akan mengalami beberapa tandayang biasanya dialamu oleh ibu hamil. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalami tanda-tanda melahirkan yang sama.

Untuk mempersiapkan diri dan bersiaga dalam menghadapi persalinan, Anda bisa memerhatikan munculnya tanda-tanda melahirkan. Biasanya tanda-tanda melahirkan terjadi beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan. Sambil menunggu tibanya waktu bersalin, penting bagi Anda untuk mencari informasi persalinan yang tepat.

Tanda-tanda Melahirkan Sudah Dekat

Berbagai Tanda-tanda Melahirkan yang Harus Anda Perhatikan

Tanda-tanda melahirkan bisa terlihat atau terasa sangat jelas pada sebagian wanita, namun sebagian lagi tidak merasakan tanda apa pun. Dari segi fisik, mungkin Anda akan merasakan perubahan pada tubuh Anda seperti:

  •     Merasakan kontraksi palsu

Kontraksi ini biasa disebut Braxton Hicks atau terjadi pengencangan perut yang datang dan pergi. Namun kontraksi palsu ini tidak sekuat kontraksi asli yang terjadi saat melahirkan. Biasanya kontraksi ini berlangsung 30 hingga 120 detik. Berbeda dengan kontraksi sungguhan, kontraksi Braxton Hicks dapat hilang ketika Anda berpindah posisi atau rileks. Kontraksi ini akan Anda rasakan sebelum mengalami kontraksi sungguhan. Perbedaan kontraksi asli dan palsu lainnya, yaitu kontraksi Braxton Hicks hanya terasa di daerah perut atau panggul, sementara kontraksi sungguhan biasanya terasa di bagian bawah punggung kemudian berpindah ke bagian depan perut.

  •     Rasa sakit atau nyeri
  •     Merasakan nyeri pada punggung, sakit perut atau kram layaknya sedang mengalami masa pramenstruasi.
  •     Air ketuban pecah

Tanda melahirkan paling umum yang diketahui oleh kebanyakan orang adalah pecahnya air ketuban. Kebanyakan wanita lebih dulu merasakan kontraksi sebelum air ketuban pecah, tapi ada juga yang mengawalinya dengan pecahnya ketuban. Ketika hal ini terjadi, biasanya persalinan akan menyusul dengan segera. Namun bahayanya, jika air ketuban sudah pecah, tapi Anda tidak juga mengalami kontraksi, maka bayi Anda akan lebih mudah terserang infeksi. Hal itu dikarenakan cairan yang selalu melindungi bayi dari kuman selama berada di kandungan ini telah habis. Jika hal ini terjadi, proses induksi mungkin akan dilakukan untuk menjaga keselamatan bayi Anda.

  •     Sulit untuk tidur

Tidur malam yang terganggu dan perasaan gelisah bisa menjadi tanda-tanda melahirkan. Usahakan untuk tidur atau beristirahat di siang hari, karena Anda membutuhkan tenaga ketika persalinan berlangsung.

  •     Frekuensi buang air kecil meningkat

Beberapa pekan atau jam sebelum persalinan, bayi akan turun ke rongga panggul Anda. Kondisi ini membuat rahim menekan kandung kemih, sehingga frekuensi buang air kecil menjadi makin meningkat dibandingkan biasanya.

  •     Keluar lendir kental bercampur darah dari vagina

Selama hamil, serviks Anda ditutupi oleh lendir yang kental. Namun ketika mendekati persalinan, serviks Anda akan membesar dan membuat jalan agar lendir itu keluar melalui vagina. Warnanya bisa bening, merah muda, atau sedikit berdarah. Namun lendir bercampur darah tidak selalu menjadi tanda awal bahwa Anda akan melahirkan. Lendir ini bisa keluar juga ketika Anda berhubungan seks saat hamil.

  •     Perubahan pada serviks

Jaringan pada serviks Anda akan melunak atau menjadi elastis. Jika Anda sudah pernah melahirkan, serviks Anda akan lebih mudah terbuka sekitar satu atau dua sentimeter sebelum persalinan dimulai. Namun jika Anda baru pertama kali mengalami masa-masa ini, pembukaan serviks sebesar satu sentimeter tidak bisa menjadi jaminan Anda akan segera melahirkan.

Jika Anda sudah mengalami pecah ketuban, bergegaslah ke rumah sakit. Biasanya persalinan akan terjadi sekitar 24 jam setelah ketuban pecah.

Sementara dari segi emosional, tanda-tanda melahirkan yang biasanya terjadi adalah Anda bisa merasa mudah marah atau moody, selayaknya masa-masa pramenstruasi.

Tips Mendekati Masa Persalinan

Jika Anda sudah memasuki bulan ke-9 kehamilan, sebaiknya Anda telah  menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan selama persalinan. Jadi, jika air ketuban telah pecah atau terjadi kontraksi, Anda bisa langsung membawa perlengkapan tersebut, lalu bergegas ke rumah sakit. Perlengkapan yang perlu Anda bawa meliputi:

  •     Tas berisi pakaian dan peralatan mandi.
  •     Perlengkapan bayi.
  •     Makanan ringan.
  •     Buku, majalah, atau barang apa pun yang bisa menemani Anda menunggu persalinan.
  •     Bantal dan selimut yang nyaman.

Jika Anda ingin mengabadikan momen bahagia ini, Anda bisa juga menyiapkan kamera video dengan baterai yang telah terisi penuh beserta charger.

Simpan barang-barang tersebut di satu tempat yang mudah dijangkau saat kondisi darurat.

Selain perlengkapan, Anda juga sudah harus memastikan siapa yang akan mendampingi Anda selama persalinan. Anda bisa memilih suami, orang tua, saudara, atau teman. Pastikan mereka siap menemani Anda saat persalinan dimulai.

Mengetahui tanda-tanda melahirkan sangat penting bagi para calon ibu, terutama yang berencana melahirkan secara normal. Berbeda Jika Anda berencana melahirkan dengan bantuan operasi caesar, yang mana Anda bisa melahirkan bayi Anda kapan pun selama fisiknya sudah cukup untuk dilahirkan.

Dengan mengetahui tanda-tanda melahirkan, Anda juga akan menjadi lebih siap dalam menghadapi persalinan.